Spiritual Ennui: Memahami dan Menyikapi Kebosanan akan Disiplin Rohani
Abstract
Kata “disiplin” yang melekat pada “disiplin rohani” merupakan kebajikan yang sangat dekat dengan kekristenan. “Godly people are disciplined people,” ujar Donald S. Whitney. Beberapa contoh tokoh Kristen yang terkenal dan disiplin adalah Agustinus, Luther, Calvin, Bunyan, Whitefield, Edwards, Spurgeon, Muller, dan masih banyak lagi. Meskipun demikian, kenyataannya orang Kristen dari berbagai zaman menghadapi spiritual ennui, yaitu kejenuhan dalam melaksanakan disiplin-disiplin rohani yang ada. Pelaksanaan disiplin rohani menjadi terasa hambar, membosankan, melelahkan, tidak nikmat, dan bahkan menyiksa. Karena spiritual ennui merupakan masalah yang dihadapi orang Kristen sampai sekarang, penting bagi orang Kristen untuk memahami dan tahu cara menyikapi spiritual ennui. Dengan demikian, dilakukanlah penelitian ini untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan: (1) Apa itu spiritual ennui? (2) Bagaimana disiplin rohani yang benar? (3) Apa yang dapat menyebabkan spiritual ennui? (4) Bagaimana cara menghindari dan menyikapi spiritual ennui? Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelusuri literatur-literatur yang utamanya terkait dengan disiplin rohani dan spiritual apathy. Penelitian ini menemukan bahwa spiritual ennui adalah masalah yang disebabkan oleh faktor mendasar (keberdosaan) maupun teknis (pemahaman, komunitas, perancangan) dan dapat diatasi dengan cara mendasar maupun teknis juga.
