STT SAAT Institutional Repository

Selamat datang!

Perpustakaan Prothumia menyambut Anda di Repositori Institusi STT SAAT. Repositori ini menyediakan akses kepada hasil riset, karya kreatif dan publikasi dengan mengumpulkan, melestarikan dan membagikan koleksi digital yang dihasilkan oleh dosen, staf dan lulusan STT SAAT. Kami mengharapkan layanan repositori ini memperluas penyebaran hasil karya sivitas STT SAAT.

Communities in DSpace

Select a community to browse its collections.

Now showing 1 - 4 of 4

Recent Submissions

  • Item type:Item,
    Analisis Kritis terhadap Upaya Kontekstualisasi Kristen Kiai Sadrach melalui Penggunaan Tradisi Undhuh-Undhuh
    (Sekolah Tinggi Teologi SAAT, 2024-12) Zulkarnein, Christy Rika Elvira; Hauw, Andreas
    Tradisi undhuh-undhuh menjadi salah satu cara Kiai Sadrach mengomunikasikan kekeristenan secara relevan kepada orang-orang Jawa. Meskipun dapat menjadi sarana yang efektif untuk mengomunikasikan iman kristen, upaya kontekstualisasi Kiai Sadrach tersebut mendapat respons yang negatif dari sebagian besar zending. Para zending memandang bahwa upaya tersebut dapat menodai kemurnian iman Kristen dan menghasilkan kekristenan yang sinkretis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menjawab pertanyaan: bagaimana Kiai Sadrach menggunakan tradisi Undhuh-Undhuh untuk mengomunikasikan iman Kristen, apa prinsip kontekstualisasi Kristen yang baik, dan sejauh mana upaya Sadrach dapat dianggap sinkretis berdasarkan prinsip kontekstualisasi Kristen yang baik? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, penulis menggunakan tiga metode penelitian. Pertama, pendekatan historis untuk menelusuri riwayat pelaksanaan tradisi Undhuh-Undhuh di jemaat Kiai Sadrach. Kedua, analisis deskriptif digunakan untuk memaparkan teori kontekstualisasi Kristen dari Paul Hiebert, David Hesselgrave, dan Lesslie Newbigin serta mengintegrasikan prinsip-prinsip mereka. Ketiga, analisis kritis diterapkan untuk mengevaluasi upaya kontekstualisasi Sadrach menggunakan prinsip yang diintegrasikan dari teori-teori tersebut. Penelitian ini menyimpulkan tiga hal. Pertama, tradisi undhuh-undhuh yang digunakan oleh Kiai Sadrach untuk mengomunikasikan iman Kristen secara relevan bagi orang-orang Jawa telah ditransformasi menjadi tradisi yang bersifat kristiani. Kedua, kontekstualisasi Kristen yang baik adalah kontekstualisasi Kristen yang autentik, yakni relevan terhadap budaya masyarakat setempat, setia pada kebenaran firman Tuhan, dan transformatif. Ketiga, berdasarkan evaluasi dari ketiga prinsip tersebut, penulis tidak menemukan indikasi sinkretis pada upaya kontekstualisasi Kristen Kiai Sadrach dalam tradisi undhuh-undhuh. Meskipun begitu, autentisitas upaya tersebut masih dapat diperdebatkan karena berita utama kekristenan, yakni Injil belum tampak secara eksplisit.
  • Item type:Item,
    The Hymns of Amos and the Cosmic Temple: Salvation as Creation, Decreation, and Recreation
    (The Biblical Annals 16/2 (2026): 263–289, 2026) Mamahit, Ferry Yefta
    Salvation in Amos is typically viewed through the lens of a Deuteronomistic covenant. This article argues for adopting a broader paradigm, contending that Amos’s vision is fundamentally oriented toward the restoration of Yahweh’s cosmic temple. Analysing Amos’s hymnic passages (4:13; 5:8–9; 9:5–6) through the lens of cosmic temple imagination reveals that the prophet’s message follows a pattern of creation–decreation–recreation. The hymns establish Yahweh’s sovereignty as Creator, framing Israel’s sin as a cosmic rebellion that provokes decreation. Salvation thus emerges not as a nationalistic restoration but as the eschatological recreation of the divine dwelling place, affirming Yahweh’s triumph as the Cosmic King.
  • Item type:Item,
    Membangun Budaya Menulis Teologi Injili di Kampus : Dari Spiritualitas Akademik hingga Output Publikasi
    (Supremasi Injil dalam Dunia Akademik, diedit oleh Antonius Natan, 487-510. Jakarta: Geneva Insani Indonesia, 2026, 2025) Hauw, Andreas
    Tesis dari artikel ini adalah kegiatan akademik, dalam hal ini menulis (riset), adalah sebuah perjalanan spiritualitas dalam mempersiapkan seminarian/akademikus/ penulis/dosen Kristen yang berilmu pengetahuan untuk mampu mengekspresikan konsep dan praksis keahliannya berdasarkan kajian yang bisa dipertanggungjawabkan secara akademik dan bernilai rohani sebagai bekal menjadi pemimpin Kristen yang berotoritas dan berintegritas serupa Kristus. Bersama dengan tesis di atas, artikel ini menyumbangkan hal-hal praktis berdasarkan pengalaman komunitas untuk membentuk budaya menulis dan mempresentasikannya sesuai tujuan yang dikehendaki. Tulisan ini memakai pendekatan literatur, khususnya perspektif ICETE (International Council for Evangelical Theological Education), dan pendekatan bios-empiris, yaitu penggabungan narasi tokoh biografi dan pengalaman empiris, dalam hal ini Daniel dan Plato, serta pengalaman penulis sendiri dalam komunitasnya. Dengan kajian literatur dan biosempiris ini, narasi besar tentang akademik dan spiritualitas, akan menciptakan berbagai sintesis kecil bermakna, yang ketika dikoleksi oleh pembaca akan menyumbangkan gagasan dan dorongan tepat guna untuk menulis sesuai konteks masing-masing.
  • Item type:Item,
    Quo Vadis Kristen Tionghoa Indonesia
    (BPK Gunung Mulia, 2025) Hauw, Andreas; Djuharto, Gumulya; Baito, Linus
    Kristen, Tionghoa, dan Indonesia merupakan tiga kata yang menjalin berbagai tulisan dalam buku Quo Vadis Kristen Tionghoa Indonesia ini. Tulisan-tulisan tersebut menggambarkan realitas yang dihadapi Kristen Tionghoa Indonesia sekaligus imajinasi adanya transformasi dari “antara ada dan tiada” menjadi sepenuhnya Kristen Tionghoa Indonesia. Refleksi sosial, religius, konstruktif, kritik, historis, politis, seni, ideologis, stigmastisasi, dan teologis di dalamnya memperlihatkan usaha melakukan sebuah proses transformasi dari subaltern yang “antara ada dan tiada” menjadi komunitas yang sepenuhnya ada: Kristen Tionghoa Indonesia yang berdaya, inklusif, dan konstruktif.
  • Item type:Item,
    Appropriating Just Peacemaking Theory for Sustainable Peace in Papua: An Ethical Framework for Conflict Resolution
    (Evangelikal: Jurnal Teologi Injili Dan Pembinaan Warga Jemaat, 10(1), 75–101., 2026) Mamahit, Ferry Yefta; Mawikere, Christian Joel; Muetterties, Zachary T.
    The Papua conflict, with its deep roots in contested history, human rights violations, and economic marginalization, demands responses that are both ethically serious and practically grounded. This study asks whether Glen Stassen’s Just Peacemaking Theory can be applied to that context. Through qualitative conceptual analysis, it identifies practices within the theory most capable of translation to Papuan conditions—nonviolent direct action, human rights advocacy, sustainable development, grassroots peacebuilding—and works them into strategic orientations: empowering indigenous advocacy, insisting on inclusive development, strengthening local peace networks. For practical theology, the contribution is straightforward: it demonstrates how a normative ethical framework can be brought into genuine conversation with a live conflict, not as an abstract principle but as an adaptable resource. For Papuan churches, it offers a way of naming what they already do and a vocabulary for taking it further.