• Login
    View Item 
    •   STT SAAT Institutional Repository
    • Theses
    • M.Th.
    • View Item
    •   STT SAAT Institutional Repository
    • Theses
    • M.Th.
    • View Item

    Pengalaman Remaja Perempuan yang Mengalami Ketidak-hadiran Ayah Secara Emosi dalam Membangun Hubungan Pacaran dengan Lawan Jenis

    Thumbnail
    View/Open
    Bab 1 (2.278Mb)
    Bab 2 (2.280Mb)
    Bab 3 (2.245Mb)
    Bab 4 (2.155Mb)
    Bab 5 (2.200Mb)
    Bab 6 (2.215Mb)
    Date
    2025-01
    Author
    Harfin, Tessar
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Ketidakhadiran ayah secara emosi berdampak pada perkembangan anak perempuan, secara khusus ketika mereka berelasi dengan lawan jenis. Ayah sebagai “cinta pertama” anak perempuan menjadi acuan bagaimana mereka membangun hubungan pacaran dengan laki-laki. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan bagaimana remaja perempuan yang mengalami ketidakhadiran ayah secara emosi dalam membangun hubungan pacaran dengan laki-laki. Penelitian ini dilakukan dengan teknik wawancara semi terstruktur terhadap 10 orang partisipan remaja perempuan dengan rentang usia 18-25 tahun yang pernah, sedang, maupun belum pernah berpacaran. Partisipan diperoleh dengan metode purposive sampling melalui kuesioner singkat yang menilai kedekatan emosi mereka dengan ayah. Dalam hal ini peneliti tidak melibatkan partisipan yang mengalami ketidakhadiran ayah oleh karena kematian atau pun perceraian. Hasil wawancara dianalisa dengan metode thematic anaylsis. Peneliti menemukan tiga buah tema besar, di mana masing-masing tema memiliki dua buah subtema. Tema-tema tersebut yaitu: persepsi terhadap laki-laki, persepsi terhadap hubungan pacaran, dan pengalaman berpacaran. Oleh karena persepsi terhadap laki-laki bersifat negatif, maka hubungan pacaran pun dirasa menakutkan. Walaupun demikian, partisipan tetap ingin berpacaran sebab memperoleh kenyamanan secara emosi yang belum pernah dirasakan melalui relasi dengan ayah. Dengan demikian, hubungan pacaran dirasa dapat mengisi kekosongan secara emosi akibat ketidakhadiran ayah secara emosi. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa ayah belum sepenuhnya mengasuh anak perempuan sesuai dengan teladan Allah sebagai Bapa. Maka diharapkan penelitian ini dapat menyadarkan para ayah akan pentingnya keterlibatan dalam mengasuh, secara spesisik yaitu kehadiran secara emosi bagi anak perempuan.
    URI
    http://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1760
    Collections
    • M.Th.

    Copyright © 2018  STT SAAT
    Contact Us | Send Feedback
    STT SAAT
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    Copyright © 2018  STT SAAT
    Contact Us | Send Feedback
    STT SAAT