Show simple item record

dc.contributor.advisorTanusaputra, Daniel N.
dc.contributor.authorSomali, Hana Yuliana
dc.date.accessioned2020-08-28T07:22:47Z
dc.date.available2020-08-28T07:22:47Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/835
dc.description.abstractAlkitab telah memberikan penjelasan yang cukup mengenai rancangan Allah terhadap pernikahan. Adanya dasar dan tujuan yang jelas telah menjadi keindahan tersendiri bagi pernikahan Kristen dibandingkan dengan pernikahan lainnya. Terlebih lagi ketika la, sang Pencipta sendirilah, yang menetapkan dasar dan tujuan tersebut. Dari mulanya Allah telah menetapkan pernikahan dalam bentuk kovenan, yang bisa dilihat dalam Kejadian 2:24, dan juga telah menetapkan tujuan dari rancangan Allah terhadap pernikahan yang dijelaskan dengan baik oleh Paulus di dalam Efesus 5:22- 33, yaitu pernikahan menjadi gambaran akan relasi Kristus dengan jemaat dan melaluinya nama Tuhan dipermuliakan. Sayangnya, dalam beberapa dekade belakangan ini, tidak sedikit pasangan Kristen yang pemikahannya haras berakhir pada perceraian. Salah satu faktor yang dapat menjadi alasan kuat akan adanya perabahan di dalam cara orang-orang masa kini melihat dan menjalani relasi pernikahan ialah karena pengarah dari budaya modem. Jika demikian, sudah seharasnya fenomena ini memicu kegelisahan di dalam diri orang percaya untuk mengambil sikap dalam menghadapi permasalahan yang sedang dihadapi oleh pasangan-pasangan pada masa kini. Gereja sebagai komunitas orang percaya dapat menjadi wadah yang ideal untuk mengingatkan pasangan-pasangan pada masa kini akan konsep yang benar mengenai pernikahan Kristen, juga membimbing pasangan-pasangan untuk menjalani pernikahan mereka sesuai dengan rancangan Allah terhadap pernikahan. Hal pertama yang dapat dilakukan ialah gereja haras terlebih dahulu disadarkan akan adanya perabahan dan permasalahan yang sedang menyerang relasi pernikahan pada masa kini. Selanjutnya, gereja dapat mengedukasi pasangan mengenai konsep pernikahan kovenan dan memikirkan kegiatan-kegiatan pembinaan maupun pelayanan pastoral yang dapat diberikan, tidak hanya kepada pasangan-pasangan yang hendak menikah, tetapi juga kepada pasangan-pasangan yang sudah menikah. Dengan demikian, niscaya pasangan-pasangan tersebut dapat melihat keindahan dari pernikahan Kristen dan menjalani pernikahan mereka dengan memiliki arah tujuan yang jelas, yaitu untuk memuliakan nama-Nya.en_US
dc.publisherSekolah Tinggi Teologi SAAT Malangen_US
dc.subjectbudaya modernen_US
dc.subjectpernikahan modernen_US
dc.subjectpernikahan kovenanen_US
dc.subjectteologi kovenan pernikahanen_US
dc.titleKonsep Pernikahan Kovenan Sebagai Sebuah Usulan Terhadap Problema Pernikahan Modern Serta Implikasi Praktis dan Eklesial.en_US
dc.typeThesisen_US
dc.identifier.kodeprodi77201
dc.identifier.nim20141041405


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record