This item is non-discoverable
Analisis Kritis terhadap Upaya Kontekstualisasi Kristen Kiai Sadrach melalui Penggunaan Tradisi Undhuh-Undhuh
| dc.contributor.advisor | Hauw, Andreas | |
| dc.contributor.author | Zulkarnein, Christy Rika Elvira | |
| dc.date.accessioned | 2026-06-06T02:02:11Z | |
| dc.date.issued | 2024-12 | |
| dc.description.abstract | Tradisi undhuh-undhuh menjadi salah satu cara Kiai Sadrach mengomunikasikan kekeristenan secara relevan kepada orang-orang Jawa. Meskipun dapat menjadi sarana yang efektif untuk mengomunikasikan iman kristen, upaya kontekstualisasi Kiai Sadrach tersebut mendapat respons yang negatif dari sebagian besar zending. Para zending memandang bahwa upaya tersebut dapat menodai kemurnian iman Kristen dan menghasilkan kekristenan yang sinkretis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menjawab pertanyaan: bagaimana Kiai Sadrach menggunakan tradisi Undhuh-Undhuh untuk mengomunikasikan iman Kristen, apa prinsip kontekstualisasi Kristen yang baik, dan sejauh mana upaya Sadrach dapat dianggap sinkretis berdasarkan prinsip kontekstualisasi Kristen yang baik? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, penulis menggunakan tiga metode penelitian. Pertama, pendekatan historis untuk menelusuri riwayat pelaksanaan tradisi Undhuh-Undhuh di jemaat Kiai Sadrach. Kedua, analisis deskriptif digunakan untuk memaparkan teori kontekstualisasi Kristen dari Paul Hiebert, David Hesselgrave, dan Lesslie Newbigin serta mengintegrasikan prinsip-prinsip mereka. Ketiga, analisis kritis diterapkan untuk mengevaluasi upaya kontekstualisasi Sadrach menggunakan prinsip yang diintegrasikan dari teori-teori tersebut. Penelitian ini menyimpulkan tiga hal. Pertama, tradisi undhuh-undhuh yang digunakan oleh Kiai Sadrach untuk mengomunikasikan iman Kristen secara relevan bagi orang-orang Jawa telah ditransformasi menjadi tradisi yang bersifat kristiani. Kedua, kontekstualisasi Kristen yang baik adalah kontekstualisasi Kristen yang autentik, yakni relevan terhadap budaya masyarakat setempat, setia pada kebenaran firman Tuhan, dan transformatif. Ketiga, berdasarkan evaluasi dari ketiga prinsip tersebut, penulis tidak menemukan indikasi sinkretis pada upaya kontekstualisasi Kristen Kiai Sadrach dalam tradisi undhuh-undhuh. Meskipun begitu, autentisitas upaya tersebut masih dapat diperdebatkan karena berita utama kekristenan, yakni Injil belum tampak secara eksplisit. | |
| dc.identifier.kodeprodi | 77201 | |
| dc.identifier.nidn | 2322096701 | |
| dc.identifier.nim | 20201041575 | |
| dc.identifier.uri | https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1821 | |
| dc.publisher | Sekolah Tinggi Teologi SAAT | |
| dc.subject | Kiai Sadrach | |
| dc.subject | undhuh-undhuh | |
| dc.subject | kejawen | |
| dc.subject | tradisi Jawa | |
| dc.subject | kontekstualisasi | |
| dc.title | Analisis Kritis terhadap Upaya Kontekstualisasi Kristen Kiai Sadrach melalui Penggunaan Tradisi Undhuh-Undhuh | en_US |
| dc.type | Thesis |
Files
Original bundle
1 - 5 of 6
License bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- license.txt
- Size:
- 1.71 KB
- Format:
- Item-specific license agreed upon to submission
- Description: