Doktrin pengudusan reformed dan implikasinya bagi orang yang kecanduan seksual
| dc.contributor.advisor | Jeremiah, Wilson | |
| dc.contributor.author | Aer, Pyerwaya Karenina Syosyan | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-01T01:46:53Z | |
| dc.date.issued | 2024-12 | |
| dc.description.abstract | Orang percaya dipanggil oleh Allah untuk hidup kudus. Kudus artinya dikhususkan untuk melakukan kehendak Allah yang kudus. Namun, kenyataanya orang percaya dapat jatuh dalam dosa, salah satunya dosa seksual. Bentuk dari dosa seksual ada berbagai macam, tetapi dalam penelitian ini khusus membahas kecanduan seksual. Jika demikian, bagaimana seorang percaya yang bergumul dengan masalah kecanduan ini dapat memenuhi panggilan Allah untuk menjadi umat yang kudus? Penelitian ini hendak mengkaji masalah ini untuk menjawab pertanyaan di atas dengan penegasan bahwa doktrin pengudusan memungkinkan seorang yang kecanduan seksual dapat memenuhi panggilan Allah untuk hidup kudus di hadapan Allah. Melalui studi literatur, penulis hendak menunjukkan bahwa orang percaya yang kecanduan seks juga sedang berada dalam proses pengudusan yang di dalamnya Allah bekerja untuk memulihkan gambar dan rupa-Nya di dalam diri mereka yang rusak akibat dosa. Hal ini hanya dapat terjadi karena orang percaya telah disatukan dengan Yesus Kristus. Tujuan dari skripsi ini adalah memperlihatkan bahaya dari kecanduan seksual dalam kehidupan orang percaya dan bagaimana anugerah Allah menolong mereka untuk pulih. | |
| dc.description.abstract | Believers are called by God to live a holy life. Holiness entails being set apart to carry out God’s holy will. However, in reality, believers can fall into sin, including sexual sin. While sexual sin takes various forms, this study focuses specifically on sexual addiction. Given this, how can a believer struggling with such addiction fulfill God’s call to be a holy people? This study examines this issue to answer the aforementioned question, asserting that the doctrine of sanctification enables a person with a sexual addiction to fulfill God’s call to live a holy life before Him. Through a literature review, the author demonstrates that believers struggling with sexual addiction are also undergoing the process of sanctification, wherein God works to restore His image and likeness within them—aspects marred by sin. This process is made possible solely because believers are united with Jesus Christ. The aim of this thesis is to highlight the dangers of sexual addiction in the lives of believers and to show how God’s grace aids in their recovery. (Translated by Google Translator) | |
| dc.identifier.citation | Aer, Pyerwaya Karenina Syosyan. Doktrin Pengudusan Reformed dan Implikasinya bagi Orang yang Kecanduan Seksual. Skripsi, Sekolah Tinggi Teologi SAAT Malang, 2024 | |
| dc.identifier.kodeprodi | 77201 | |
| dc.identifier.nim | 20201041594 | |
| dc.identifier.uri | https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1834 | |
| dc.publisher | Sekolah Tinggi Teologi SAAT | |
| dc.subject | Pengudusan | |
| dc.subject | adiksi seks | |
| dc.subject | reformed | |
| dc.subject | penyembahan | |
| dc.subject | liturgi | |
| dc.title | Doktrin pengudusan reformed dan implikasinya bagi orang yang kecanduan seksual | |
| dc.type | Thesis |
Files
Original bundle
1 - 5 of 5
License bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- license.txt
- Size:
- 1.71 KB
- Format:
- Item-specific license agreed upon to submission
- Description: