Lex credendi, lex orandi, lex vivendi : relasi iman percaya dengan ibadah dan kehidupan orang Kristen serta implikasinya bagi ibadah komunal
| dc.contributor.advisor | Santoso, Sylvia Iman | |
| dc.contributor.author | Kawinda, Rachel Putri | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-01T06:39:53Z | |
| dc.date.issued | 2024-12 | |
| dc.description.abstract | Fenomena dualisme spiritualitas dalam kehidupan orang Kristen mencerminkan ketidaksesuaian antara ibadah komunal dan ibadah pribadi. Tidak sedikit, orang Kristen yang menjalankan ibadah komunal sebagai rutinitas yang menjadi formalitas belaka. Hal ini membuat ibadah pribadi dalam konteks iman dan kehidupan seorang Kristen tidak mencerminkan pengenalan akan Allah. Fenomena ini sejalan dengan peringatan dalam Yesaya 29:13, di mana umat Israel memuliakan Allah secara lahiriah tetapi secara batiniah hati mereka jauh dari-Nya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami akar permasalahan dualisme spiritualitas tersebut dan mengeksplorasi relevansi konsep lex credendi, lex orandi, lex vivendi dalam sudut pandang Kristen Protestan. Studi literatur menjadi metode dalam penelitian ini yang dilakukan dengan menganalisis sumber-sumber alkitabiah, pandangan para rohaniwan, serta konsep ibadah Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dualisme spiritualitas muncul dari hati yang tidak tertuju kepada Allah. Pada akhirnya permasalahan hati tersebut menghasilkan kehidupan seorang Kristen yang tidak sesuai dengan iman dan ibadahnya. Kesimpulan dari penelitian ini ialah pentingnya pembaharuan hati melalui iman kepada Kristus, yang memungkinkan umat Kristen menjalankan ibadah komunal dan ibadah pribadi secara sejati. | |
| dc.description.abstract | The phenomenon of spiritual dualism in the lives of Christians reflects the incongruity between communal worship and personal worship. Many Christians practice communal worship as a mere formality, a routine practice. This prevents personal worship from reflecting a knowledge of God within the context of a Christian's faith and life. This phenomenon aligns with the warning in Isaiah 29:13, where the Israelites glorified God outwardly but were inwardly far from Him. This study aims to understand the root of this spiritual dualism and explore the relevance of the concepts of lex credendi, lex orandi, lex vivendi from a Protestant perspective. Literature study served as the method in this research, analyzing biblical sources, the views of clergy, and the concept of Christian worship. The results indicate that spiritual dualism arises from a heart that is not focused on God. Ultimately, this heart problem results in a Christian life that is inconsistent with their faith and worship. The conclusion of this study is the importance of heart renewal through faith in Christ, which enables Christians to practice genuine communal and personal worship. (Translated by Google Translator) | |
| dc.identifier.citation | Kawinda, Rachel Putri. Lex Credendi, Lex orandi, Lex Vivendi : Relasi Iman Percaya dengan Ibadah dan Kehidupan Orang Kristen Serta Implikasinya bagi Ibadah Komunal, Skripsi, Sekolah Tinggi Teologi SAAT Malang, 2024 | |
| dc.identifier.kodeprodi | 77201 | |
| dc.identifier.nim | 20201041595 | |
| dc.identifier.uri | https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1836 | |
| dc.publisher | Sekolah Tinggi Teologi SAAT | |
| dc.subject | Ibadah | |
| dc.subject | Iman | |
| dc.subject | Kehidupan Kristen | |
| dc.subject | Dualisme Spiritualitas | |
| dc.subject | Penyembahan Berhala | |
| dc.title | Lex credendi, lex orandi, lex vivendi : relasi iman percaya dengan ibadah dan kehidupan orang Kristen serta implikasinya bagi ibadah komunal | |
| dc.type | Thesis |
Files
Original bundle
1 - 5 of 5
License bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- license.txt
- Size:
- 1.71 KB
- Format:
- Item-specific license agreed upon to submission
- Description: