| dc.description.abstract | Penelitian ini lahir dari sebuah pergumulan mengenai permasalahan kesepian yang sering dialami oleh lansia. Tidak hanya itu, meningkatnya populasi lansia di dunia memengaruhi jumlah kehadiran lansia di gereja. Hal ini membuat penulis rindu agar gereja dapat mengakomodasi keberadaan lansia dengan baik. Kemudian, apa yang harus dilakukan oleh gereja, khususnya menolong dan mengakomodasi lansia dalam mengatasi masalah kesepian yang mereka alami? Jawaban singkatnya adalah dengan memberdayakan lansia sebagai subjek pelayanan di gereja.
Memberdayakan lansia menjadi subjek pelayanan berarti mendorong dan memfasilitasi lansia untuk menjadi pelayan secara aktif. Dengan perkataan lain, lansia tidak hanya dijadikan objek pelayanan atau orang yang dilayani, tetapi juga menjadi pelaku pelayanan di dalam komunitas gereja. Hal ini akan menolong lansia untuk mengatasi masalah kesepian yang mereka alami. Tidak hanya itu, gereja juga akan merasakan dampak lain, yaitu sebuah pertumbuhan komunitas dalam gereja. Dikatakan demikian karena lansia memiliki banyak potensi yang dapat diwariskan pada generasi muda gereja demi keberlangsungan kehidupan komunitas kesatuan tubuh Kristus. Tidak hanya itu, warisan iman yang diberikan lansia kepada generasi muda juga dapat menjadi bekal untuk pelayanan penginjilan yang harus terus berlangsung. Oleh sebab itu, memberdayakan lansia sebagai subjek pelayanan merupakan keputusan yang seturut dengan visi dan misi Allah bagi gereja dan bagi lansia. | en_US |