Burnout Pada Hamba Tuhan Wanita Lajang: Sebuah Studi Analisis Fenomenologi Interpretatif
Abstract
Burnout hamba Tuhan wanita lajang adalah fenomena yang tidak dapat disepelekan dalam pelayanan gereja. Dampaknya yang serius bagi kesehatan fisik, emosi dan mental pribadi hamba Tuhan serta pelayanan gereja patut menjadi perhatian berbagai kalangan. Penelitian ini hendak menjawab pertanyaan bagaimanakah pengalaman subjektif hamba Tuhan wanita lajang yang mengalami burnout ketika melayani di gereja. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, wawancara semi terstruktur dilakukan pada 10 orang partisipan yang dipilih dengan metode purposive sampling. Partisipan adalah hamba Tuhan wanita lajang yang telah pulih atau sedang mengalami burnout dan masih terlibat dalam pelayanan. Wawancara kemudian dianalisis dengan metode analisis fenomenologi interpretatif.
Peneliti menemukan 4 tema superordinat yaitu: diri yang mengalami burnout, diri yang melajang, diri sebagai hamba Tuhan wanita, dan terakhir diri yang mengalami titik balik. Keempat tema ini terjalin satu dengan yang lain dalam perspektif tiga relasi, yaitu relasi dengan diri sendiri, orang lain/komunitas dan Tuhan. Ketika hamba Tuhan wanita lajang mengalami burnout dan stigma ganda dari masyarakat, mereka memaknai pengalaman itu dengan keberadaan diri mereka, dukungan sosial dari orang-orang sekitar, dan panggilan Tuhan. Hasilnya mereka dapat pulih dari burnout, lebih berdamai dengan kondisi dan setia melayani. Temuan penelitian ini dapat menjadi masukan bagi hamba Tuhan wanita lajang yang mengalami burnout, gereja, sekolah teologi dan juga konselor.