Show simple item record

dc.contributor.advisorYahya, Pancha Wiguna
dc.contributor.authorPaulus
dc.date.accessioned2021-03-15T03:15:47Z
dc.date.available2021-03-15T03:15:47Z
dc.date.issued2011
dc.identifier.urihttp://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1114
dc.description.abstractPembahasan mengenai konsep “Anak Manusia” merupakan sebuah pembahasan yang sangat penting di dalam iman BCristen. Pentingnya konsep ini karena Yesus sendirilah yang menggunakan istilah “Anak Manusia” untuk menunjuk diri-Nya sendiri. Namun, tampaknya banyak kalangan yang salah menafsirkan konsep “Anak Manusia” sehingga ungkapan Yesus mengenai Anak Manusia ini sering disalah mengerti. Permasalahan yang mendasar dari penafsiran terhadap ungkapan Anak Manusia adalah mengenai keotentikan ucapan Yesus atas ketiga kategori ungkapan Anak Manusia dalam injil. Apakah semua ungkapan ini benar-benar ucapan Yesus, atau hanya satu dan dua kategori saja yang benar-benar ucapan Yesus, sedangkan kategori yang lainnya berasal dari gereja mula-mula? Kalangan konservatif (evange//ca/)~diwakili oleh G. E. Ladd dan Leon Morris-menerima ketiga ungkapan Anak Manusia dalam injil sebagai ucapan Yesus yang otentik dan selalu menunjuk kepada keilahian-Nya. Keilahian-Nya ini tampak dalam otoritas-Nya, kehidupan-Nya (pengajaran, penderitaan dan kematian- Nya), serta pada kedatangan-Nya yang kedua kali untuk menghakimi umat manusia dan memerintah bersama-sama dengan Allah. Sedangkan para sarjana dari kalangan non-konservatif-diwakili oleh Rudolf Bultmann dan Joachim Jeremias-hanya mengakui satu atau dua kategori Anak Manusia sebagai ucapan Yesus yang otentik (khususnya kategori Anak Manusia apokaliptik). Bultmann menunjuk Anak Manusia kepada suatu pribadi selain Yesus. Sedangkan, Jeremias menunjuk Anak Manusia kepada Diri Yesus yang akan dimuliakan menjadi Anak Manusia pada akhir zaman. Akibatnya, Yesus tidak lagi dipandang sebagai Anak Manusia ilahi. Dengan demikian, keilahian Yesus semakin diperkecil dan kemanusiaan Yesus semakin diperbesar. Berdasarkan hasil eksegesis terhadap ketiga kategori Anak Manusia dalam Injil Markus dan dengan melakukan analisis terhadap data dan fakta yang tersedia, serta setelah melihat implikasi-implikasi yang muncul terhadap doktrin Kristologi, penulis mendapati bahwa pandangan dari kalangan non-konservatif mengenai Anak Manusia tersebut sangat jauh dari kebenaran firman Tuhan. Alkitab-khususnya Injil Markus- dengan sangat jelas sekali memperlihatkan bahwa Anak Manusia yang diucapkan oleh Yesus selalu mengarah pada diri-Nya sendiri dan menunjuk pada keilahian-Nya. Dengan demikian, Yesus bukan hanya manusia biasa tapi la adalah manusia ilahi. Kedua natur Yesus inilah yang ingin disampaikan melalui ungkapan Anak Manusia.en_US
dc.publisherSeminari Alkitab Asia Tenggaraen_US
dc.subjectInjil Markusen_US
dc.subjectAnak Manusiaen_US
dc.subjectKristologien_US
dc.titleTinjauan Biblika Terhadap Konsep "Anak Manusia" Dalam Injil Markus dan Implikasinya Terhadap Doktrin Kristologi Masa Kinien_US
dc.typeThesisen_US
dc.identifier.nidn2308027601
dc.identifier.kodeprodi77201


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record