<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Veritas 05/1 (April 2004)</title>
<link>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/74</link>
<description/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 03:00:21 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-16T03:00:21Z</dc:date>
<item>
<title>Karakteristik Pelayanan dalam Idealisme Kesempurnaan (Wahyu 7:9-17)</title>
<link>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/111</link>
<description>Karakteristik Pelayanan dalam Idealisme Kesempurnaan (Wahyu 7:9-17)
Himawan, Andreas
Naskah khotbah : Gambaran-gambaran mengenai kesempurnaan keselamatan dan kesempurnaan kemuliaan seperti yang dituliskan di dalam kitab Wahyu adalah suatu idealisme yang akan terjadi ketika kesempurnaan itu tiba.  Saat ini kesempurnaan itu belum tiba.  Kesempurnaan kemuliaan dan kesempurnaan keselamatan yang ada di depan kita akan menjadi gambaran seperti yang tertulis misalnya: Wahyu 7, 21, 22.  Tetapi walaupun saat ini bukan saat kesempurnaan, tetapi kita tahu bahwa apa yang sempurna itu sekarang mulai kita alami.  Apa yang mulia itu, keselamatan yang ada di depan, pelayanan yang sesungguhnya di dalam idealisme Allah, itu sudah mulai terrgambarkan/tercerminkan dalam kehidupan kita pada hari-hari ini, pada saat-saat ini.  Karena keselamatan itu sudah datang, kemuliaan Allah itu sudah masuk dalam kehidupan kita, pelayanan yang ideal itu sudah mulai masuk dan hendak dicerminkan dalam kehidupan kita..  Karean itulah kalau kita ingin belajar mengenai apa yang menjadi keinginan hati Allah mengenai pelayanan, kita juga mencoba melihat bagaimana pelayanan dan ibadah di dalam kesempurnaan itu.  Dan dengan demikian kita bisa mulai belajar mencerminkan di dalam pelayanan kita saat ini, walaupun kita belum menerima seluruh kesempurnaan kemuliaan dan keselamatan sebelum kedatangan Yesus yang kedua kalinya.&#13;
Dari ayat-ayat ini kita akan melihat apa sesungguhnya gambaran pelayanan yang dikehendaki oleh Allah
</description>
<pubDate>Thu, 01 Apr 2004 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/111</guid>
<dc:date>2004-04-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Sebuah Kritik untuk Kritik Alkitab Modern</title>
<link>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/110</link>
<description>Sebuah Kritik untuk Kritik Alkitab Modern
Budiman, Kalvin S.
Fokus utama proyek ini adalah presuposisi dasar metode kritik Alkitab modern, atau dengan kata lain asumsi dasar para sarjana Alkitab modern, yang telah mengarahkan pola pikir mereka sedemikian rupa, sehingga mereka percaya bahwa metode pendekatan terhadap Alkitab yang benar adalah seperti apa yang mereka yakini, sehingga mereka mengabaikan sama sekali proses-proses pendekatan terhadap Alkitab yang sifatnya “tradisional”atau “re-critical.”  Dengan demikian, sasaran yang hendak saya capai melalui tulisan ini ada dua: pertama, saya akan menunjukkan bahwa asumsi dasar yang melandasi pola pikir sarjana Alkitab modern pada hakekatnya tidak konsisten pada dirinya sendiri.  Kedua, sebagai akibatnya, saya akan mencoba untuk berargumen bahwa pola pendekatan tradisional atau konservatif terhadap Alkitab yang selama ini diterima oleh gereja-gereja mainline di sepanjang sejarah tidak sepenuhnya salah, bahkan sebenarnya tidak ada alasan yang kuat bagi orang-orang Kristen untuk dengan begitu saja mengabaikan pendekatan tradisional dan mengikuti kritik Alkitab modern tanpa pertimbangan yang jeli dan matang.  Dengan berkata demikian, saya bukan sedang menegaskan bahwa jika begitu kita lebih baik menolak sepenuhnya segala bentuk modernitas dan tetap berpegang teguh pada pola pendekatan tradisional.  Yang saya maksudkan adalah: kita boleh dan harus terbuka terhadap sumbangsih positif penemuan-penemuan studi Alkitab modern tanpa harus mengorbankan dasar iman yang sejati.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Apr 2004 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/110</guid>
<dc:date>2004-04-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Misiologi Regnosentris Paul Knitter : Sebuah Kritik dan Koreksi</title>
<link>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/109</link>
<description>Misiologi Regnosentris Paul Knitter : Sebuah Kritik dan Koreksi
Guanga, Caprili
Tujuan artikel ini adalah untuk meneliti teologi misi (misiologi regnosentris atau misiologi yang berpusatkan pada kerajaan Allah) dari Paul Knitter dan untuk mengajukan kritik dan koreksi terhadap misiologi regnosentris dari perspektif seorang ekslusivis.  Untuk melakukan hal ini, sebuah gambaran tentang Kristologi Knitter (dengan acuan utama tentang keselamatan) akan secara singkat diutarakan untuk menyediakan latar belakang yang dibutuhkan bagi misiologinya.  Unsur utama atau unsur-unsur utama dari misiologi regnosentris Knitter akan diidentifikasi dan dibahas, kemudian pengungkapan arti teologis dan implikasi praktisnya akan menjadi dasar untuk kritik dan koreksi.  Yang terutama, interaksi saya didasarkan pada karya-karya tulisnya, terutama buku Jesus and the Other Names karena buku ini berisi tentang pandangan pluralisnya yang paling mutakhir dan yang telah direvisi.   Tentu saja, karena keterbatasan tempat, tidak mungkin untuk membahas semua isu-isu tentang pluralisme keagamaan atau misi.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Apr 2004 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/109</guid>
<dc:date>2004-04-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Reinkarnasi : Pandangan Dunia yang Melatarbelakanginya dan Bagaimana Orang Percaya Menyikapinya</title>
<link>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/108</link>
<description>Reinkarnasi : Pandangan Dunia yang Melatarbelakanginya dan Bagaimana Orang Percaya Menyikapinya
Hardjowono, Tikijo
Artikel ini bertujuan untuk memahami ajaran reinkarnasi, latar belakang pemikirannya dan apa yang membuatnya begitu populer.  Dari situ hendak ditangkap pandangan dunia yang melatarbelakanginya, kuasa kegelapan yang mendorongnya dan pengharapan apa yang sesungguhnya ditawarkannya.  Dan pada bagian terakhir secara ringkas akan dibahas bagaimana kita sebagai orang percaya menyikapinya, karena gereja akan banyak berhadapan dan harus menjawab jemaat atau keluarganya yang punya latar belakang kepercayaan ini.  Dalam menulis artikel, penulis akan dibahas secara terbatas kasus-kasus yang dianggap “fenomena reinkarnasi” dalam Alkitab yang sering dipakai oleh penganut reinkarnasi untuk “mengesahkan” pernyataan mereka bahwa didalam Kekristenan juga ada, bahkan membenarkan ajaran reinkarnasi.  Dengan pembahasan itu diharapkan menjadi jelas bahwa Alkitab sama sekali tidak mengajarkan reinkarnasi. Dalam keseluruhan pembahasan penulis berusaha untuk tetap mengacu kepada Alkitab untuk semua argumentasi yang menyangkut iman Kristen.  Namun bagian Alkitab yang akan menjadi acuan pembahasan utama tentang kehidupan sesudah kematian menurut iman Kristen adalah 1 Korintus 15: 1-58.  Bagian ini dipilih karena di dalamnya dibahas secara utuh konsep kebangkitan orang mati di dalam Kristus yang menjadi dasar pengharapan orang-orang percaya.  Dari pemahaman ini akan ditarik kesimpulan bagaimana sikap kita sebagai orang percaya menanggapi ajaran reinkarnasi, dan lebih jauh bagaimana bersikap bijaksana kepada mereka yang terpikat oleh pengharapan yang ditawarkan ajaran ini tentang masa depan manusia.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Apr 2004 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/108</guid>
<dc:date>2004-04-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
