<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Veritas 15/1 (April 2014)</title>
<link>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/294</link>
<description/>
<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 16:08:16 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-14T16:08:16Z</dc:date>
<image>
<title>Veritas 15/1 (April 2014)</title>
<url>http://https://repository.seabs.ac.id:80/bitstream/id/1487b971-2435-48a1-9c13-cbccbf9cf40e/</url>
<link>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/294</link>
</image>
<item>
<title>Menuju Pendekatan Penginjilan dan Pemuridan yang Efektif kepada Kaum Lanjut Usia Tionghoa</title>
<link>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/301</link>
<description>Menuju Pendekatan Penginjilan dan Pemuridan yang Efektif kepada Kaum Lanjut Usia Tionghoa
Lo, Sarinah
Artikel ini membahas pendekatan penginjilan dan pemuridan terhadap kaum lanjut usia Tionghoa yang bersumber dari hasil penelitian yang dilakukan penulis semasa masih sebagai mahasiswa pascasarjana di Singapore Bible College tahun 2000. Penelitian ini bersifat kualitatif-deskriptif dengan melakukan interviu mendalam kepada 14 hamba Tuhan yang melayani kaum lansia (14 gereja mewakili 7 denominasi) serta 28 orang lansia yang merupakan anggota persekutuan lansia dari gereja-gereja tersebut. Penelitian dilakukan di Singapura dengan dua pertimbangan: (1) terdapat kemiripan historis dan kultur budaya antara orang-orang tua Singapura dan Kalimantan Barat; dan (2) belajar dari gereja-gereja Tionghoa Singapura yang telah terlebih dulu menjangkau kelompok usia ini. Implikasi hasil penelitian tersebut adalah untuk gereja Tionghoa di Kalimantan Barat, tapi terbuka pula kemungkinan untuk diterapkan di gereja Tionghoa di daerah lain yang memiliki kaum lansia dengan latar belakang budaya, kepercayaan, bahasa, dan tingkat pendidikan serupa. Artikel ini dibagi menjadi empat bagian utama: Pertama, memahami kebutuhan dan masalah yang dihadapi oleh kaum lansia; kedua, tantangan didalam melayani kelompok usia tersebut; keteiga, kajian hasil penelitian akan pendekatan yang efektif dalam upaya penginjilan dan pemuridan; keempat, implikasi bagi pelayanan kaum lansia di Kalimantan Barat dan perkembangannya sampai saat ini.
</description>
<pubDate>Tue, 01 Apr 2014 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/301</guid>
<dc:date>2014-04-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Menuju Liturgi yang Kontekstual : Suatu Tinjauan terhadap Liturgi Gereja-Gereja Tionghoa Indonesia</title>
<link>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/300</link>
<description>Menuju Liturgi yang Kontekstual : Suatu Tinjauan terhadap Liturgi Gereja-Gereja Tionghoa Indonesia
Gunawan, Esther
Era reformasi serta kesempatan pekabaran Injik yang seluas-luasnya di kalangan komunitas Tionghoa di Indonesia, seharusnya menjadi peluang emas bagi perwujudan pelayanan penginjilan yang lebih kontekstual dan efektif. Implementasi praktis yang bisa dikerkjakan gereja-gereja Tionghoa di Indonesia adalah dengan melakukan kontekstualisasi liturgi melalui suatu pendekatan teologi yang kontekstual dan Alkitabiah. Melalui kontekstualisasi liturgi, gereja-gereja Tionghoa di Indonesia ditantang untuk kreatif dan arif dalam menyikapi relasi antara Injil dan budaya. Tujuannya adalah menciptakan suatu liturgi, yang secara budaya sesuai dengan konteks Tionghoa, sehingga komunitas Tionghoa di dalam gereja dapat mengklaim bahwa ibadah itu adalah milik mereka, bukan suatu imitasi atau akomodasi semata.
</description>
<pubDate>Tue, 01 Apr 2014 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/300</guid>
<dc:date>2014-04-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Tinjauan Historis Perkembangan Musik Gerejawi didalam Gereja-Gereja Independen (Free Churches) dan Implikasinya bagi Penatalayanan Musik Gerejawi di Masa Kini (1)</title>
<link>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/299</link>
<description>Tinjauan Historis Perkembangan Musik Gerejawi didalam Gereja-Gereja Independen (Free Churches) dan Implikasinya bagi Penatalayanan Musik Gerejawi di Masa Kini (1)
Tandei, Samuel E.
Tulisan ini membahas sejarah perkembangan musik gerejawi dalam konteks gereja-gereja Protestan yang bersifat independen (free churches) dan dilihat secara umum pada masa pasca-Reformasi gereja hingga masa kini. Dalam perkembangannya, ranah musik gerejawi di dalam gereja-gereja independen selalu diperhadapkan dengan adanya polarisasi pandangan, baik di dalam musik vokal (khususnya nyanyian jemaat dan peranan paduan suara), maupun musik instrumental. Penelaahan secara historis ini mengisyaratkan beberapa implikasi yang dapat dimulai dengan mengembangkan suatu sikap menghormati tradisi dan menghargai inovasi. Implikasi yang lebih konkret dari tinjauan historis ini akan dibahs dalam makalah selanjutnya.
</description>
<pubDate>Tue, 01 Apr 2014 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/299</guid>
<dc:date>2014-04-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Makanan dan Iman: Sebuah Tinjauan Kritis terhadap Tren Fast Food</title>
<link>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/298</link>
<description>Makanan dan Iman: Sebuah Tinjauan Kritis terhadap Tren Fast Food
Tan, Kian Guan
Makna dari makan sudah mengalami pergeseran arti seiring dengan perkembangan yang masif dari industri fast food. Industri ini telah menjadikan makan sekadar sebagai aktivitas instan yang tidak lagi memperhatikan masalah ekologi, sosial, dan spiritualitas. Makanan dipandang sebagai barang komoditi, dan manusia terhisab dalam konsumerisme. Di dalam teologi Kristen, makan merupakan latihan spiritualitas yang membawa kita masuk ke dalam persekutuan dengan ciptaan yang lain demi tujuan yang sama, yaitu memuliakan nama Tuhan.
</description>
<pubDate>Tue, 01 Apr 2014 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/298</guid>
<dc:date>2014-04-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
