<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/932">
<title>MAKP</title>
<link>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/932</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1171"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1170"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1169"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1168"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-24T12:39:21Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1171">
<title>Signifikansi IDMC dalam Meneropongi Faktor-faktor Penghambat Pemuda GKIM Majesty untuk Menjadi Pemimpin Kelompok Kecil Pemuridan</title>
<link>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1171</link>
<description>Signifikansi IDMC dalam Meneropongi Faktor-faktor Penghambat Pemuda GKIM Majesty untuk Menjadi Pemimpin Kelompok Kecil Pemuridan
Wijaya, Adhi
Amanat Agung Tuhan Yesus: "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka...dan ajarlah mereka ..." (Mat. 28:19-20). Kita bisa melihat bahwa penekanan amanat ini ada pada mengajarkan, menjadi saksi, dan menjadi murid. Kesalahan konsep mengenai Amanat Agung: Bukan "pesan untuk diberitakan" tapi "kehidupan yang dihidupi." Bukan "jumlah" melainkan "ketaatan". Bukan "murid" melainkan "memuridkan semua bangsa". Jadi inti dari pelayanan yang dinyatakan di dalam Amanat Agung dan Perintah Agung adalah pemuridan yang direncanakan. Pemahaman pemuridan secara Alkitabiah ini menempatkan Amanat Agung di dalam misi inti dari gereja. Tetapi apa yang gereja-gereja pada umumnya lakukan di dalam pelayanannya bagi dunia? Pemuridan seperti apa yang seharusnya diadakan? Mengapa pemuridan tidak bisa berkembang, faktor-faktor penghambat apa yang menyebabkan tidak semua mereka yang sudah dibimbing dalam kelompok kecil pemuridan ini dapat secara langsung menjadi pemimpin kelompok kecil pemuridan berikutnya? Inilah yang akan menjadi sorotan penulis di dalam menulis dan merencanakan penelitiannya di dalam tesis ini, yang penulis tujukan bagi gereja-gereja pada umumnya dan khususnya bagi gereja di mana penulis melayani. Penelitian tesis ini berfokus pada pertanyaan: "Mengapa pemuda GKim Ka Im Tong cabang Majesty sulit menjadi pemimpin kelompok kecil pemuridan?" Faktor-faktor apa saja yang menjadi penghambat.
</description>
<dc:date>2015-03-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1170">
<title>Hubungan antara Sifat Cemas dan Pengampunan dengan Kepuasan Pernikahan pada Istri</title>
<link>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1170</link>
<description>Hubungan antara Sifat Cemas dan Pengampunan dengan Kepuasan Pernikahan pada Istri
Sutedjo, Stefani
Apakah terdapat hubungan antara sifat cemas dengan kepuasan pernikahan pada istri? Apakah terdapat hubungan antara pengampunan dengan kepuasan pernikahan pada istri? Teknik sampling yang digunakan adalah sampling purposif yaitu melakukan pemilihan sampel yang representatif sesuai dengan tujuan penelitian. Subjek penelitian adalah para istri yang telah menikah selama minimal dua tahun dan berada dalam status pernikahan aktif (bukan janda karena bercerai atau suami telah meninggal) dari berbagai gereja Injili di kota Malang, yaitu Gereja Kristus Tuhan III - Pahlawan Trip sebanak 41 subjek, Gereja Kristen Kalam Kudus - Semeru sebanyak 35 subjek, Gereja Kristen Indonesia - Kebon Agung sebanyak 14 subjek, dan Gereja Persekutuan Kristen sebanyak 15 subjek. Total subjek dari empat gereja tersebut berjumlah 105 responden. Instrumen yang digunakan untuk mengukur sifat cemas adalah Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS) yang telah direvisi, disusun oleh Janet A. Taylor pada tahun 1953 dan terdiri dari 28 item. Instrumen yang digunakan untuk mengukur pengampunan adalah Family Forgiveness Scale (FFS), disusun oleh Margie W. Pollard, Ruth A. Anderson, William T. Anderson, dan Glenn Jennings pada tahun 1998 dan terdiri dari 40 item. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kepuasan pernikahan adalah Quality Marriage Index (QMI), disusun oleh R. Norton tahun 1983, dan terdiri dari enam item. Ketiga instrumen di atas diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik korelasi bivariate Product Moment yang akan mengukur korelasi antara sifat cemas dengan kepuasan pernikahan serta pengampunan dengan kepuasan pernikahan pada istri. Hasil pengolahan data secara statistik adalah: tidak terdapat hubungan antara sifat cemas dengan kepuasan pernikahan pada istri (r= - 0,106; p &gt; 0.05), dengan demikian hipotesisi pertama ditolak. Terdapat hubungan antara pengampunan dengan kepuasan pernikahan pada istri (r= 0.606; p &lt; 0,01), semakin tinggi tingkat pengampunan semakin tinggi tingkat kepuasan pernikahan pada istri, dengan demikian hipotesis kedua diterima. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara sifat cemas dengan kepuasan pernikahan pada istri. Terdapat hubungan antara pengampunan dengan kepuasan pernikahan pada istri. Semakin tinggi tingkat pengampunan, semakin tinggi tingkat kepuasan pernikahan pada istri. Penelitian lebih lanjut dapat menyelidiki bukan hanya sifat cemas namun juga aspek kecemasan yang lain, melakukan penggolongan usia pernikahan serta menyelidiki faktor lain yang mungkin dapat memberi dampak bagi kepuasan pernikahan seperti keseimbangan peran suami-istri dalam rumah tangga. Penelitian lebih lanjut dapat pula melibatkan subjek dari kalangan non Kristen untuk dapat memperoleh temuan baru terkait kepuasan pernikahan dalam keyakinan agama yang berbeda.
</description>
<dc:date>2015-05-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1169">
<title>Hubungan antara Komunikasi dengan Ketakutan akan Penilaian Negatif dengan Kepuasan Pernikahan pada Istri</title>
<link>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1169</link>
<description>Hubungan antara Komunikasi dengan Ketakutan akan Penilaian Negatif dengan Kepuasan Pernikahan pada Istri
Haning, Bony Angreny
</description>
<dc:date>2015-04-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1168">
<title>Hubungan antara Lokus Kontrol dan Spiritualitas dengan Burnout pada Guru</title>
<link>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1168</link>
<description>Hubungan antara Lokus Kontrol dan Spiritualitas dengan Burnout pada Guru
Mailina, Dian
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini: Apakah terdapat hubungan antara lokus kontrol dengan burnout pada guru? Apakah terdapat hubungan antara spiritualitas dengan burnout pada guru? Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling purposif yang bertujuan untuk mengupayakan penilaian dan kecermatan dalam memperoleh sampel representatif yang mencakup kelompok sampek yang sesuai dengan tujuan penelitian. Data penelitian diolah dengan menggunakan program statistic SPSS for Windows 17.0 dengan teknik korelasi Product Moment Pearson. Subjek penelitian ini adalah guru-guru dari Sekolah Kristen Kalam Kudus Malang. Jumlah total subyek penelitian sebanyak 112 guru. Subyek penelitian ini terdiri dari 11 guru laki-laki dan 101 guru perempuan; dengan usia kisaran 19-55 tahun. Terdapat 49 guru yang masih lajang dan 63 guru yang telah menikah. Subjek penelitian ini juga terdiri dari 34 guru  yang mengajar di tingkat PG/TK, 63 guru mengajar di tingkat SD, 15 guru mengajar di tingkat SMA. Penelitian kuantitatif ini menggunakan alat ukur kuesioner untuk mengukur variabel lokus kontrol, spiritualitas dan burnout. Instrumen yang digunakan untuk mengukur loku kontrol adalah skala Adult Nowicki-Strickland External Internal Contro (ANSEI) yang disusun oleh Stephen Nowicki dan Marshall Duke pada tahun 1974 yang terdiri dari 40 item. Instrumen yang digunakan untuk mengukur spiritualitas adalah skala Spirituality Assesment Inventory (SAI) yang disusun oleh T. W. Hall dan K. J. Edwards pada tahun 1996 yang terdiri dari 54 item. Instrumen yang digunakan untuk mengukur burnout adalah skala Maslach Burnout Inventory (MBI) yang disusun oleh Chritina Maslach dan Jackson pada tahun 1981 yang terdiri dari 22 item. Hasil pengolahan data memperlihatkan adanya hubungan yang signifikan antara lokus kontrol dengan burnout pada guru. Hal yang sama juga dihasilkan untuk hubungan antara spiritualitas dengan burnout pada guru. Hasil pengolahan data memperlihatkan adanya hubungan yang signifikan antara spiritualitas dengan burnout pada guru. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kedua hipotesis penelitian diterima. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan sebagai berikut: pertama, terdapat hubungan antara lokus kontrol internal dengan burnout pada guru. Semakin internal lokus kontrol, semakin rendah intensitas burnout pada guru. Kedua, terdapat hubungan antara spiritualitas dengan burnout pada guru; (a) semakin tinggi tingkat kesadaran akan Tuhan, semakin rendah intensitas burnout pada guru; (b) semakin tinggi tingkat kualitas relasi dengan Tuhan, semakin rendah intensitas burnout pada guru. Saran yang dapat diberikan untuk penelitian selanjutnya adalah melibatkan sampel yang heterogen yang terdiri dari beragam sekolah, agama, dan wilayah. Penelitian lebih lanjut juga diharapkan dapat memperhatikan jumlah sampel guru wanita dan guru pria, serta lebih spesifik meneliti burnout pada tiao tingkatan jenjang kelas yang diajar. Selain itu, penelitian lebih lanjut mengenai burnout pada guru diharapkan dapat memperhatikan faktor eksternal yang dapat menimbulkan burnout pada guru, guna melihat aspek manakah yang lebih berdampak pada intensitas burnout pada guru. Diharapkan melalui penelitian-penelitian mengenai burnout terhadap guru ini, baik secara personal maupun sekolah dapat memperhatikan aspek internal maupun eksternal yang dapat memicu kondisi burnout pada guru.
</description>
<dc:date>2015-05-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
