<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Veritas 04/1 (April 2003)</title>
<link href="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/72" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/72</id>
<updated>2026-04-24T12:16:00Z</updated>
<dc:date>2026-04-24T12:16:00Z</dc:date>
<entry>
<title>Kemurahan Allah kepada Kita (Matius 20:1-16)</title>
<link href="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/95" rel="alternate"/>
<author>
<name>Ticoalu, Bastian Maximilian</name>
</author>
<id>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/95</id>
<updated>2018-12-21T10:48:36Z</updated>
<published>2003-04-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Kemurahan Allah kepada Kita (Matius 20:1-16)
Ticoalu, Bastian Maximilian
Naskah kotbah
</summary>
<dc:date>2003-04-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Anugerah dan Disiplin Gerejawi</title>
<link href="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/94" rel="alternate"/>
<author>
<name>Soo, Caleb</name>
</author>
<id>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/94</id>
<updated>2018-12-21T10:30:09Z</updated>
<published>2003-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Anugerah dan Disiplin Gerejawi
Soo, Caleb
Artikel ini merupakan transkripsi materi ceramah yang&#13;
disampaikan dalam Retreat Pengerja Gereja pada 17-20 September 2002 di Hotel Kusuma Agrowisata, Batu, yang diadakan dalam rangka HUT ke-50 Seminari Alkitab Asia Tenggara.  Ceramah disampaikan dalam bahasa Mandarin dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Pdt. Dr. Albert Konaniah; transkripsi dibuat berdasarkan terjemahan bahasa  Indonesia.  Artikel ini dimuat dengan izin tertulis dari Pdt. Dr. Caleb Soo.
</summary>
<dc:date>2003-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Tujuan Pengajaran Gereja dan Implikasinya</title>
<link href="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/93" rel="alternate"/>
<author>
<name>Soeherman, Sylvia</name>
</author>
<id>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/93</id>
<updated>2018-12-21T10:04:12Z</updated>
<published>2003-04-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Tujuan Pengajaran Gereja dan Implikasinya
Soeherman, Sylvia
Penelitian menunjukkan adanya penurunan jumlah kehadiran jemaat dalam kelas-kelas pembinaan seperti Sekolah Minggu.   Kurang tertariknya jemaat terhadap kelas-kelas tersebut membawa dampak terhadap kehidupan, pertumbuhan iman dan kesaksian jemaat. Hal yang hampir serupa juga dihadapi oleh gereja-gereja di Indonesia.  Paulus Lie, dalam prawacana bukunya, mengatakan banyak guru yang mengeluhkan kurang menariknya acara yang digelar di Sekolah Minggu sehingga minat anak untuk datang ke Sekolah Minggu menurun. Masalah ini coba dijawab oleh banyak gereja dengan menggunakan metode yang kreatif.  Oleh karena itu banyak gereja berupaya untuk men-training guru-guru Sekolah Minggu agar dapat mengajar dengan lebih kreatif.  Namun, yang menjadi pertanyaan adalah, apakah metode yang kurang kreatif menjadi dasar permasalahannya?  Untuk menjawab pertanyaan tersebut, artikel ini mencoba untuk memaparkan apa yang terjadi di dalam kelas, menganalisa apa yang menjadi dasar permasalahannya, serta mengajukan hal-hal yang perlu diperhatikan gereja di dalam mengemban tugas pengajaran.
</summary>
<dc:date>2003-04-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Dasar-Dasar Alkitabiah Pengembangan Kepemimpinan</title>
<link href="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/92" rel="alternate"/>
<author>
<name>Jokiman, Bob</name>
</author>
<id>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/92</id>
<updated>2018-12-21T09:35:14Z</updated>
<published>2003-04-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Dasar-Dasar Alkitabiah Pengembangan Kepemimpinan
Jokiman, Bob
Alkitab merupakan buku yang mengagumkan.  Bukan hanya karena buku ini meliputi rencana keselamatan, tetapi juga menjadi buku pegangan bagi kepemimpinan, terutama kepemimpinan Kristen.  Saya berani mengatakan, sekalipun kita telah mempelajari berbagai teori kepemimpinan sekuler, kita tidak akan menjadi pemimpin yang efektif sebelum mempelajari prinsip-prinsip kepemimpinan dari Alkitab,.  Alkitab bukan hanya merupakan kisah tentang karya Allah yang luar biasa, melainkan juga kisah para pemimpin pilihan Allah.  Dalam Perjanjian Lama kita mengenal lusinan pemimpin besar seperti Abraham, Yusuf, Musa, Yosua, Gideon, Samuel, Elia, Elisa, Daud, Salomo, Daniel, Nehemia dan lain-lain.  Jika kita menyelidiki Perjanjian Lama dengan sungguh-sungguh kita akan menemukan pada hampir setiap halamannya menampilkan biografi, karakter, kepribadian, pelayanan, karya dan tulisan para pemimpin tersebut. Kitab-kitab injil tidak kurang menariknya dibandingkan dengan PL sebab kitab-kitab ini menggambarkan kehidupan Sang Pemimpin Agung, yaitu Yesus Kristus.  Siapa pun yang ingin berhasil dalam kepemimpinan-hamba, yang sangat dibutuhkan gereja, ia mutlak harus belajar dengan rendah hati dari Tuhan sendiri.  Dalam kitab Kisah Para Rasul kita melihat karya-karya para pemimpin gereja mula-mula seperti Petrus dan Paulus yang mengikuti setiap langkah Tuhan kita dalam kepemimpinan.  Kemudian dalam kitab-kitab PB selanjutnya, terutama surat-surat, tidak dapat disangkal tulisan para rasul memperlihatkan karakter, kemampuan dan keterampilan mereka sebagai pemimpin gereja dalam mengatasi segala permasalahan yang terjadi pada jemaat mula-mula.  Artikel ini akan membahas secara singkat pola pengembangan kepemimpinan dalam Alkitab.
</summary>
<dc:date>2003-04-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
