<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Veritas 01/1 (April 2000)</title>
<link href="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/5" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/5</id>
<updated>2026-04-16T03:02:00Z</updated>
<dc:date>2026-04-16T03:02:00Z</dc:date>
<entry>
<title>Editorial Perdana</title>
<link href="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/354" rel="alternate"/>
<author>
<name/>
</author>
<id>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/354</id>
<updated>2019-01-18T06:51:03Z</updated>
<published>2000-04-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Editorial Perdana
</summary>
<dc:date>2000-04-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Naskah Khotbah: Ketaatan : Sesuatu yang Tak Dapat Ditawar</title>
<link href="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/15" rel="alternate"/>
<author>
<name>Solihin, Benny</name>
</author>
<id>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/15</id>
<updated>2019-05-17T09:23:37Z</updated>
<published>2000-04-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Naskah Khotbah: Ketaatan : Sesuatu yang Tak Dapat Ditawar
Solihin, Benny
</summary>
<dc:date>2000-04-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Peran Ayah dalam Mendidik Anak</title>
<link href="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/14" rel="alternate"/>
<author>
<name>Elia, Heman</name>
</author>
<id>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/14</id>
<updated>2019-11-02T08:36:24Z</updated>
<published>2000-04-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Peran Ayah dalam Mendidik Anak
Elia, Heman
Tampaknya ada semacam kebingungan dan perasaan frustrasi pada kebanyakan keluarga dalam hal mendidik anak pada saat ini.  Keresahan ini membuat banyak keluarga mengalami keretakan atau kekurangharmonisan.  Salah satu penyebab kekacauan dalam hal mendidik anak adalah karena terjadinya perubahan dalam struktur dan pola hubungan antar anggota keluarga. Namun saya kira ancaman yang paling serius terhadap peran ayah dalam mendidik anak adalah pandangan yang hidup subur di masyarakat, bahwa ibulah yang bertugas untuk mendidik anak.  Segala tugas yang menyangkut anaktermasuk masalah akademik dan perilaku moralistikadalah urusan dan tanggung jawab ibu.  Maka bila ada masalah dengan anak yang selalu disalahkan adalah pihak ibu.  Pandangan semacam ini lebih banyak dimiliki pria dibanding wanita.  Repotnya, tatkala seorang ibu menuntut lebih banyak keterlibatan dari pihak ayah, para ayah bersikukuh dengan pendapatnya bahwa ibulah yang seharusnya bertanggung jawab atas pendidikan anak.  Situasi semacam ini menyebabkan banyak anak telantar atau bahkan tercabik-cabik di tengah keadaan saling menyalahkan di antara kedua orangtua.  Berbagai faktor di atas membuat peran ayah dalam kehidupan anaknya saat ini menjadi tidak jelas dan lebih berat dibanding dengan masa sebelum ini.
</summary>
<dc:date>2000-04-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Selamat Datang Psikologi!</title>
<link href="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/13" rel="alternate"/>
<author>
<name>Gunadi, Paul</name>
</author>
<id>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/13</id>
<updated>2019-01-04T04:46:50Z</updated>
<published>2000-04-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Selamat Datang Psikologi!
Gunadi, Paul
Sewaktu saya sedang berkuliah, seseorang pernah bertanya kepada ibu saya mengenai bidang studi apa yang sedang saya pelajari.  Setelah mendengar jawaban bahwa saya sedang belajar psikologi, dengan serta merta ia menasehati ibu saya bahwa psikologi adalah ilmu yang melawan Tuhan dan sebaiknyalah saya menempuh bidang ilmu yang lain.  Lebih dari 20 tahun kemudian, komentar tersebut tetap mewakili sebagian pandangan orang Kristen terhadap psikologi.  Namun demikian, dengan rasa syukur saya harus mengatakan bahwa sambutan gereja-gereja terhadap sumbangsih ilmu psikologi pada umumnya adalah positif.  Seminari pun telah merangkul disiplin ilmu ini dan memasukkannya sebagai mata kuliah ke dalam kurikulum pendidikan teologi.
</summary>
<dc:date>2000-04-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
