<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Consilium 14</title>
<link href="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/484" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/484</id>
<updated>2026-04-17T06:15:12Z</updated>
<dc:date>2026-04-17T06:15:12Z</dc:date>
<entry>
<title>Yesus Kristus sebagai Allah yang Disembah : Sebuah tinjauan terhadap penyembahan mula-mula Kepada Yesus di tengah konsep Monoteisme Yahudi</title>
<link href="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/571" rel="alternate"/>
<author>
<name>Setiawan, Alice</name>
</author>
<id>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/571</id>
<updated>2019-08-22T01:47:00Z</updated>
<published>2016-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Yesus Kristus sebagai Allah yang Disembah : Sebuah tinjauan terhadap penyembahan mula-mula Kepada Yesus di tengah konsep Monoteisme Yahudi
Setiawan, Alice
Penyembahan kepada Yesus Kristus sebagai Allah sudah menjadi ciri kehidupan Kristen selama ribuan tahun lamanya. Namun, bagi umat Kristen mula-mula yang mayoritas adalah orang Yahudi, penyembahan kepada Yesus Kristus dianggap sebagai suatu penghujatan kepada YHWH karena iman monoteisme mereka hanya menyembah YHWH saja. Tulisan ini menyajikan sebuah tinjauan historis mengenai penyembahan mula-mula kepada Yesus sebagai Allah. Penyelidikan dibangun di atas kesaksian Petrus, Paulus, serta analisis teologis dari himne Kristus yang terdapat dalam Filipi 2:6-11
</summary>
<dc:date>2016-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Mengingat dan Menguduskan Sabat : Sebuah Telaah Terhadap Dimensi Eskatologis Sabat dan Implikasinya Bagi Kehidupan Umat Allah Masa Kini</title>
<link href="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/570" rel="alternate"/>
<author>
<name>Margaret, Carmia</name>
</author>
<id>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/570</id>
<updated>2019-08-22T01:47:37Z</updated>
<published>2016-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Mengingat dan Menguduskan Sabat : Sebuah Telaah Terhadap Dimensi Eskatologis Sabat dan Implikasinya Bagi Kehidupan Umat Allah Masa Kini
Margaret, Carmia
Makalah ini berisi telaah mendalam mengenai dimensi eskatologis hari Sabat yang menjadi salah satu ciri khas kehidupan umat Kristen. Dimensi eskatologis tersebut adalah pertama, Sabat sebagai perhentian atau peristirahatan final dari segala pekerjaan, serta kedua, Sabat sebagai perayaan atas kemenangan Ilahi di dalam pertarungan melawan kuasa kegelapan yang terjadi sepanjang zaman. Argumentasi dibangun melalui rekonstruksi teologis dari konsep-konsep Sabat yang dapat ditemukan dalam beberapa bagian metanarasi Alkitab.
</summary>
<dc:date>2016-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Tindakan Aktif Orang Kristen dalam Menyongsong Akhir Zaman : Sebuah Tinjauan Eksegetikal Terhadap Frasa "Mempercepat Kedatangan Hari Allah" Dalam 2 Petrus 3:13A</title>
<link href="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/569" rel="alternate"/>
<author>
<name>Lingkubi, Timotius Aristar Fargo</name>
</author>
<id>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/569</id>
<updated>2019-08-22T01:45:58Z</updated>
<published>2016-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Tindakan Aktif Orang Kristen dalam Menyongsong Akhir Zaman : Sebuah Tinjauan Eksegetikal Terhadap Frasa "Mempercepat Kedatangan Hari Allah" Dalam 2 Petrus 3:13A
Lingkubi, Timotius Aristar Fargo
Kedatangan hari Tuhan merupakan suatu hal yang tentu dinanti-nantikan oleh setiap umat percaya. Tuhan Yesus berkata bahwa tidak seorang pun mengetahui hari itu ( Mat. 24:36; Kis. 1:7 ), tetapi di sisi lain Petrus menasihatkan jemaat Diaspora untuk mempercepat kedatangan hari itu melalui kehidupan mereka ( 2Ptr. 3:13a ). Tulisan ini menyakini bahwa manusia dapat sekaligus bertanggungjawab melakukan tindakan-tindakan aktif dalam "mempercepat" kedatangan hari Allah itu, tetapi tindakan-tindakan aktif yang dapat dilakukan manusia itu sama sekali tidak bertentangan dengan kerahasiaan hari Allah yang ditetapkan di dalam prapengetahuan dan kedaulatan Allah.
</summary>
<dc:date>2016-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Inti Teks dari Perikop "Perempuan Kanaan Yang Percaya" ( Matius 15:21-28) dan Paralelisemenya Dengan Markus 7:24-30</title>
<link href="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/568" rel="alternate"/>
<author>
<name>Yohanes, Hendra</name>
</author>
<id>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/568</id>
<updated>2019-08-22T01:44:31Z</updated>
<published>2016-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Inti Teks dari Perikop "Perempuan Kanaan Yang Percaya" ( Matius 15:21-28) dan Paralelisemenya Dengan Markus 7:24-30
Yohanes, Hendra
Perikop "Perempuan Kanaan yang percaya" (Matius 15:21-28) dan perikop "Perempuan Siro-Fenisia yang percaya" ( Markus 7:24-30) memiliki beberapa kemiripan. Makalah hermeneutika ini khusus mengkaji keberadaan paralelisme di antara kedua perikop ini. Dengan melakukan analisis konteks sastra, pertimbangan kritik sumber, dan kritik redaksi, penulis menyimpulkan adanya paralelisme di antara kedua perikop ini, khususnya penulis INjil Matius menyusun sedemikian rupa dengan maksud teologis tertentu. Pada bagian akhir, penulis merumuskan ini teks yang hendak disampaikan penulis Injil Matius melalui perikop ini.
</summary>
<dc:date>2016-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
