<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Veritas 16/2 (Desember 2017)</title>
<link href="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/317" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/317</id>
<updated>2026-04-14T16:00:55Z</updated>
<dc:date>2026-04-14T16:00:55Z</dc:date>
<entry>
<title>Religious Affections Jonathan Edward dan relevansinya bagi ibadah komunal</title>
<link href="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/323" rel="alternate"/>
<author>
<name>Samuel, Lucky</name>
</author>
<id>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/323</id>
<updated>2019-09-21T12:34:29Z</updated>
<published>2017-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Religious Affections Jonathan Edward dan relevansinya bagi ibadah komunal
Samuel, Lucky
Artikel ini mencoba untuk membahas kontribusi dari salah satu tulisan penting Jonathan Edwards, yaitu A Treatise Concerning Religious Affections, bagi ibadah komunal. Sebagaimana karya ini bermanfaat dalam mengevaluasi kerohanian seseorang dan merumuskan apa itu spiritualitas yang autentik, risalah ini juga dapat bermanfaat di dalam mengevaluasi dan merancang ibadah komunal. Berfokus pada tiga tanda pertama dari dua belas indikator spiritualitas yang sejati menurut Edwards, tulisan ini mengusulkan bahwa risalah ini dapat berfungsi sebagai penawar dari tiga pemahaman menyimpang dalam ibadah komunal: ibadah yang legalistik, narsisistik, dan terapeutik.
</summary>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Persahabatan : Sumbangsih moralitas tradisi Kristen bagi moralitas bangsa Indonesia</title>
<link href="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/322" rel="alternate"/>
<author>
<name>Wijoyo, Hendrawan</name>
</author>
<id>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/322</id>
<updated>2019-09-21T12:35:13Z</updated>
<published>2017-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Persahabatan : Sumbangsih moralitas tradisi Kristen bagi moralitas bangsa Indonesia
Wijoyo, Hendrawan
Untuk betul-betul menjadi terang, kekristenan perlu menggumulkan sumbangsihnya bagi moralitas bangsa. Menggunakan ide tradisi Alasdair MacIntyre dan teologi natural Alister McGrath, penulis menawarkan sebuah konstruksi teologi yang membuka kemungkinan ide moralitas Kristen diperhitungkan dalam pembicaraan moralitas bangsa. Penulis kemudian menawarkan konsep persahabatan dalam kekristenan sebagai contoh nyata sumbangsih kekristenan bagi moralitas bangsa.
</summary>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Kritik terhadap Teologi Proses dan Pembelaan terhadap Pandangan "Greater God" dalam menanggapi Masalah Kejahatan</title>
<link href="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/321" rel="alternate"/>
<author>
<name>Layantara, Jessica Novia</name>
</author>
<id>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/321</id>
<updated>2019-09-21T12:36:47Z</updated>
<published>2017-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Kritik terhadap Teologi Proses dan Pembelaan terhadap Pandangan "Greater God" dalam menanggapi Masalah Kejahatan
Layantara, Jessica Novia
Selama berabad-abad, para teolog Kristen mencoba menanggapi pergumulan filosofis mengenai masalah kejahatan. Bapa-bapa Gereja dan tokoh-tokoh reformasi di masa lalu telah mencoba menanggapi permasalahan ini dengan argumen kebaikan yang lebih tinggi (greater good). Tetapi solusi-solusi semacam itu ditolak mentah-mentah setelah peristiwa Holocaust (Auschwitz), yang merupakan peristiwa kejahatan sangat dahsyat dan mengakibatkan penderitaan banyak sekali orang. Solusi tradisional dianggap sudah tidak relevan dalam menanggapi masalah kejahatan. Teologi proses kemudian mencoba menanggapi masalah ini dengan cara mereduksi atribut-atribut Allah. Tujuan karya tulis ini adalah untuk mengkritik pandangan kontemporer khususnya teologi proses dalam menanggapi masalah kejahatan, dan juga membela pandangan greater good sebagai solusi yang masih tetap dapat dipertahankan walaupun dengan beberapa penyesuaian.
</summary>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Khotbah yang "diurapi" oleh Roh Kudus</title>
<link href="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/320" rel="alternate"/>
<author>
<name>Oei, Amos Winarto</name>
</author>
<id>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/320</id>
<updated>2019-09-21T12:38:23Z</updated>
<published>2017-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Khotbah yang "diurapi" oleh Roh Kudus
Oei, Amos Winarto
Pada satu sisi, setiap pengkhotbah yang rindu kuasa Roh Kudus nyata melalui khotbahnya akan bergumul untuk melihat “urapan” Roh Kudus itu. Di sisi lain, ada juga pengkhotbah-pengkhotbah yang malah takut untuk mengalami kuasa Roh Kudus dalam khotbah mereka. Seperti apakah khotbah yang “diurapi” oleh Roh Kudus itu? Mengapa juga ada para pengkhotbah malah sepertinya takut untuk mengalami kuasa Roh Kudus dalam khotbah mereka? Dan bagaimanakah menumbuhkembangkan keyakinan atau iman seseorang kepada Roh Kudus untuk berkarya melalui khotbahnya? Artikel ini berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
</summary>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
