<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Consilium 25</title>
<link href="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1550" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1550</id>
<updated>2026-04-07T09:36:11Z</updated>
<dc:date>2026-04-07T09:36:11Z</dc:date>
<entry>
<title>Front Matter &amp; Back Matter ﻿</title>
<link href="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1558" rel="alternate"/>
<author>
<name/>
</author>
<id>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1558</id>
<updated>2022-12-02T02:17:48Z</updated>
<published>2022-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Front Matter &amp; Back Matter ﻿
</summary>
<dc:date>2022-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Resensi Buku : Chip Ingram, The Invisible War: What Every Believer Needs to Know about Satan, Demons, and Spiritual Warfare, Grand Rapids: Baker Books, 2006.</title>
<link href="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1557" rel="alternate"/>
<author>
<name>Kristianto, Lukas Anwar</name>
</author>
<id>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1557</id>
<updated>2022-11-30T03:48:53Z</updated>
<published>2022-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Resensi Buku : Chip Ingram, The Invisible War: What Every Believer Needs to Know about Satan, Demons, and Spiritual Warfare, Grand Rapids: Baker Books, 2006.
Kristianto, Lukas Anwar
</summary>
<dc:date>2022-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Disiplin Rohani Solitude and Silence: Sebuah Usulan Pemikiran Pelayanan Kaum Muda untuk Pergumulan Loneliness</title>
<link href="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1556" rel="alternate"/>
<author>
<name>Nicholas, Samuel</name>
</author>
<id>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1556</id>
<updated>2022-11-30T03:37:07Z</updated>
<published>2022-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Disiplin Rohani Solitude and Silence: Sebuah Usulan Pemikiran Pelayanan Kaum Muda untuk Pergumulan Loneliness
Nicholas, Samuel
Masa muda adalah masa-masa di mana seseorang menghadapi banyak pergumulan di hidupnya, salah satunya adalah pergumulan loneliness atau kesepian. Pergumulan loneliness ini juga sangat mungkin terjadi pada anak-anak muda yang ada di gereja. Sehingga gereja perlu memikirkan dengan serius apa yang dapat dilakukan untuk melayani anak muda dengan pergumulan seperti ini. Makalah ini ditulis untuk memberikan usulan pemikiran pelayanan kaum muda yang mengalami pergumulan loneliness yaitu dengan disiplin spiritual solitude and silence. Disiplin rohani tersebut dilakukan saat seseorang berdiam diri dan menyediakan waktu bagi Tuhan dan merasakan relasi yang intim. Penulis mengusulkan disiplin ini karena penulis melihat pergumulan loneliness dapat dijawab dengan merasa cukup dan terus bersandar pada relasi dengan Allah. Disiplin rohani solitude and silence menolong anak muda untuk dapat terus menemukan Allah yang selalu ada bersama dengan mereka.
</summary>
<dc:date>2022-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Konsep Demonologis dalam Manga Demon Slayer dan Efesus 6:10-20: Studi Komparatif tentang Peperangan Rohani</title>
<link href="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1555" rel="alternate"/>
<author>
<name>Kristianto, Lukas Anwar</name>
</author>
<author>
<name>Atmoko, Ricky</name>
</author>
<author>
<name>Kurniawan, Titus</name>
</author>
<id>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1555</id>
<updated>2022-11-30T03:28:17Z</updated>
<published>2022-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Konsep Demonologis dalam Manga Demon Slayer dan Efesus 6:10-20: Studi Komparatif tentang Peperangan Rohani
Kristianto, Lukas Anwar; Atmoko, Ricky; Kurniawan, Titus
Terdapat beberapa konsep iblis dalam manga Demon Slayer yang tidak sesuai dengan apa yang Alkitab katakan. Maka penulis melihat perlunya perbandingan konsep demonologi manga Demon Slayer dengan Efesus 6:10-20. Pertama-tama, penulis menelaah konsep demonologi dalam manga Demon Slayer. Kedua, penulis melihat gambaran demonologi dalam Efesus 6:10-20. Lalu, penulis membandingkan konsep demonologi dari kedua narasi. Penulis hanya berfokus pada tiga hal dalam manga Demon Slayer maupun Efesus 6:10-20 yaitu narasi peperangan melawan iblis, kekuatan iblis, dan cara mengatasi iblis. Persamaan dan perbedaan nampak dalam konsep iblis manga Demon Slayer dengan Alkitab. Iblis merupakan lawan dengan penawaran kabar baik yang berbeda dari protagonis. Manusia dipanggil untuk berperang melawan iblis memakai senjata yang terkait dengan kekuatan tertinggi, sehingga iblis bisa dikalahkan. Kesamaan ini dapat mengingatkan orang Kristen akan narasi Alkitab ketika membaca Demon Slayer. Namun orang Kristen juga perlu kritis dalam meresponi beberapa perbedaan seperti jaminan kemenangan, kekuatan tertinggi, penggambaran metaforis, perbedaan fungsi, pemeran utama dalam pertarungan pamungkas, dan penggunaan perlengkapan perang.
</summary>
<dc:date>2022-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
