<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Veritas 08/2 (Oktober 2007)</title>
<link href="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/143" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/143</id>
<updated>2026-04-14T16:12:52Z</updated>
<dc:date>2026-04-14T16:12:52Z</dc:date>
<entry>
<title>Abstrak Tesis</title>
<link href="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/410" rel="alternate"/>
<author>
<name/>
</author>
<id>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/410</id>
<updated>2019-02-15T10:31:01Z</updated>
<published>2007-10-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Abstrak Tesis
</summary>
<dc:date>2007-10-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Gereja dan Pelayanan Mahasiswa Kristen : Sebuah Studi Pertumbuhan Gereja Mula-Mula dan Implikasinya bagi Pelayanan Mahasiswa Kristen di Universitas Sumatra Utara</title>
<link href="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/160" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sinulingga, Risnawaty</name>
</author>
<id>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/160</id>
<updated>2019-02-15T10:03:55Z</updated>
<published>2007-10-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Gereja dan Pelayanan Mahasiswa Kristen : Sebuah Studi Pertumbuhan Gereja Mula-Mula dan Implikasinya bagi Pelayanan Mahasiswa Kristen di Universitas Sumatra Utara
Sinulingga, Risnawaty
Pelayanan mahasiswa Kristen ada di hampir setiap perguruan tinggi di Indonesia, termasuk pada perguruan tinggi negeri. Pelayanan mahasiswa Kristen yang dimaksudkan adalah persekutuan interdenominasi di kampus atau antar kampus, seperti PelmaKri (Pelayanan mahasiswa Kristen), Perkantas (Persekutuan Kristen Antar Universitas) atau KMK (Kebaktian Mahasiswa Kristen).  Disebut pelayanan mahasiswa bukan saja karena fokus pelayanan adalah mahasiswa dan alumninya tetapi juga karena mayoritas dari pelaku pelayanan adalah mahasiswa dan alumni.   Pelayanan mahasiswa Kristen menonjol bukan saja karena jumlah dan jenis kegiatannya, tetapi juga unik dalam kegiatan penginjilan dan pemuridannya, serta penting pengaruhnya.  Tetapi pada umumnya, pelayanan mahasiswa Kristen kurang memiliki hubungan yang harmonis dengan gereja.  Boleh dikatakan pelayanan mahasiswa Kristen tidak mementingkan kerja sama dengan gereja.  Gereja sendiri tidak memberikan dukungan yang cukup, serta kurang memanfaatkan dampak positif dari pelayanan mahasiswa tersebut.  Hal ini terjadi karena gereja tidak mengenal kegiatan mahasiswa yang berbentuk gerakan interdenominasi ini dengan baik, bahkan cenderung untuk mencurigainya.  Padahal kegiatan pelayanan mahasiswa Kristen ini mempunyai banyak kemiripan dengan gereja mula-mula yang bertumbuh secara luar biasa pada Kisah Para Rasul.  Dengan latar belakang pemikiran seperti dikemukakan di atas, tampaknya diperlukan pengenalan yang benar mengenai pertumbuhan gereja mula-mula yang luar biasa itu dan kesamaannya dengan pelayanan mahasiswa Kristen, mengingat pelayanan mahasiswa dapat menjadi faktor pendukung pertumbuhan gereja pada masa kini.  Dengan pemaparan ini diharapkan para pemimpin gereja akan lebih mengenali pelayanan mahasiswa Kristen tersebut serta mendorong kerja sama yang baik di antara keduanya. Salah satu pelayanan mahasiswa Kristen dapat ditemukan pada  Universitas Sumatera Utara (USU).  Penulis  melayani di universitas ini sebagai Pendeta dan Pembina kegiatan mahasiswa Kristen.  Karena itu, bahasan bagi pelayanan mahasiswa dalam artikel ini akan diwakili oleh pelayanan mahasiswa Kristen di kampus USU yang bernama Unit Kegiatan Mahasiswa Kebaktian Mahasiswa Kristen (selanjutnya disebut UKM KMK USU).
</summary>
<dc:date>2007-10-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Pola Hermeneutik Jusuf B. S., H. L. Senduk dan Herlianto tentang Pandangan Alkitab terhadap Kremasi</title>
<link href="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/159" rel="alternate"/>
<author>
<name>Pramudya, Wahyu</name>
</author>
<id>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/159</id>
<updated>2019-02-13T02:26:28Z</updated>
<published>2007-10-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Pola Hermeneutik Jusuf B. S., H. L. Senduk dan Herlianto tentang Pandangan Alkitab terhadap Kremasi
Pramudya, Wahyu
Webster’s Unabridged Dictionary menyebutkan bahwa kata “kremasi” berasal dari bahasa Latin crematio.  Kata tersebut berasal dari cremo yang mempunyai arti membakar, secara khusus pembakaran orang mati menurut adat istiadat bangsa-bangsa kuno.  Pada masa kini, kremasi tampaknya menjadi salah satu alternatif yang mulai dipertimbangkan, termasuk oleh orang-orang Kristen.  Menariknya, tidak semua denominasi dalam kekristenan menyetujui praktik kremasi.  Lebih lagi, sepertinya jauh lebih banyak denominasi yang menolak praktik kremasi daripada menerimanya.  Beberapa tokoh di dalam denominasi tertentu atau interdenominasi yang menyatakan penolakannya terhadap kremasi atas orang Kristen adalah: Jusuf B. S., H. L. Senduk, dan Herlianto.  Tulisan ini akan memaparkan pandangan Jusuf, Senduk, dan Herlianto tentang kremasi.  Lebih dari sekadar pemaparan pandangan mereka, penulis juga akan mencoba menggali lebih dalam bagaimana mereka menghasilkan pandangan tersebut dari teks-teks Alkitab.  Analisis akan difokuskan pada proses hermeneutik yang ditempuh ketiga tokoh tersebut.  Perlu ditambahkan bahwa tulisan ini adalah kajian akademis yang dilakukan tanpa mengurangi  rasa hormat penulis terhadap dedikasi pelayanan yang telah ditunjukkan tokoh-tokoh tersebut.
</summary>
<dc:date>2007-10-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>490 Tahun Reformasi : Apakah Sola Scriptura Masih Secara Konsisten Menjadi Pegangan Gereja-Gereja Reformed Masa Kini?</title>
<link href="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/158" rel="alternate"/>
<author>
<name>Lukito, Daniel Lucas</name>
</author>
<id>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/158</id>
<updated>2019-02-09T05:40:49Z</updated>
<published>2007-10-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">490 Tahun Reformasi : Apakah Sola Scriptura Masih Secara Konsisten Menjadi Pegangan Gereja-Gereja Reformed Masa Kini?
Lukito, Daniel Lucas
Dalam kaitan peringatan Reformasi yang ke 490 (1517-2007), marilah bersama-sama kita melakukan introspeksi secara mendalam: Apakah gereja-gereja reformed atau gereja-gereja injili sebetulnya masih konsisten (sebagaimana Martin Luther dan kaum reformator lainnya) berpegang pada ajaran sola scriptura secara ketat?  Karena itu di dalam artikel ini saya mengajak kita melihat situasi gereja-gereja (dan pendeta-pendetanya) masa kini dengan membandingkannya dengan masa Reformasi abad 16 dan, lebih jauh lagi, dengan masa Reformasi pada zaman raja Yosia pada 2 Raja-raja 22:1-20, khususnya dengan ditemukannya kembali kitab Taurat (lih. ay. 8) yang telah sekian lama hilang pada masa itu.  Artikel ini akan saya tutup dengan sebuah refleksi ke arah mana sesungguhnya gereja-gereja injili atau reformed berjalan, khususnya bila mereka sudah “kehilangan” Alkitab.
</summary>
<dc:date>2007-10-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
