Show simple item record

dc.contributor.authorYosia, Adrianus
dc.date.accessioned2019-08-03T01:58:58Z
dc.date.available2019-08-03T01:58:58Z
dc.date.issued2015-07
dc.identifier.urihttp://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/573
dc.description.abstractAda dua dokumen yang penting bagi kaum injili di seluruh dunia, yaitu Perjanjian Lausanne dan Manifesto Manila. Dua dokumen ini memaparkan suatu kerangka konseptual bagi seorang injili untuk menjadi saksi di tengah-tengah dunia ini. Tujuan dari tulisan ini adalah mencoba mendefinisikan bagaimana menjadi saksi di tengah-tengah dunia dengan cara mengangkat beberapa isu yang ada pada dua dokumen ini. Kesimpulan akhir yang diharapkan adalah seorang injili Indonesia mendapatkan gambaran bagaimana cara menjadi saksi di tengah-tengah isu sosial dan juga dalam kemajemukan di Indonesia.en_US
dc.publisherBidang Minat Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi SAATen_US
dc.titleLet the Indonesian Hear His Voice : Sebuah Refleksi dan Proposal bagi Kekristenan Injili di Indonesia berdasarkan Perjanjian Lausanne dan Manifesto Manilaen_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record