Show simple item record

dc.contributor.advisorMamahit, Aileen Prochina
dc.contributor.advisorTanudjaja, Rahmiati
dc.contributor.authorDewi, Enny
dc.date.accessioned2019-03-19T03:20:21Z
dc.date.available2019-03-19T03:20:21Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/427
dc.description.abstractPeran orang tua dalam religiositas remaja sangat penting. Di tengah masa pubertas dengan berbagai perkembangan yang cukup kompleks dalam aspek kognitif, afektif, moral, sosial, dan iman, remaja membutuhkan orang tua yang dapat menolongnya melewati masa ini sehingga remaja dapat mencapai individuasi, termasuk untuk menentukan identitas imannya. Peran orang tua yang akan disoroti dalam penelitian ini adalah kelekatan dan dukungan iman. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: Apakah ada hubungan antara religiositas remaja dengan kelekatan kepada orang tua? Apakah ada hubungan antara religiositas remaja dengan dukungan iman orang tua? Teknik sampling yang akan digunakan adalah purposive sampling dengan asumsi bahwa sampel yang dipilih berdasarkan tujuan penulis untuk meneliti remaja di GKA Gloria di Surabaya. Subjek penelitian adalah remaja berusia 13-18 tahun yang beribadah di kebaktian remaja di Gereja Kristen Abdiel Gloria di Surabaya, yaitu di GKA Pacar, GKA Satelit, GKA Rungkut, GKA Galaxy, dan GKA Nirwana. Dari 291 angket yang disebarkan di 5 gereja tersebut, ada 44 data yang tidak dapat digunakan sehingga data yang dapat digunakan dalam penelitian ini berjumlah 247 data. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kelekatan adalah Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA), yang sudah disederhanakan oleh Nada Raja dan kawan-kawan, dan terdiri dari 12 item untuk ayah dan 12 item untuk ibu. Untuk mengukur dukungan iman, instrumen yang digunakan adalah Perceived Faith Support From Parents and Friends (PFS-P dan PFS-F) yang dibuat oleh Kelly Dean Schwartz, dan terdiri dari 8 item untuk ayah dan 8 item untuk ibu. Religiositas intrinsik akan diukur dengan menggunakan Intrinsic/Extrinsic-Revised Scale, yang dikembangkan oleh Richard L. Gorsuch dan Susan E. McPherson, yang terdiri dari 8 item intrinsik dan 6 item ekstrinsik. Data yang dipakai dalam penelitian ini hanya item intrinsik. Analisis data menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis data menggunakan uji Spearman Rank Correlation untuk mengukur korelasi antara kelekatan kepada orang tua dengan religiositas intrinsik dan antara dukungan iman orang tua dengan religiositas intrinsik. Hipotesis pertama dari penelitian ini adalah semakin tinggi kelekatan kepada orang tua, maka semakin tinggi religiositas remaja. Hipotesis kedua adalah semakin tinggi dukungan iman orang tua, maka semakin tinggi religiositas remaja. Hasil pengolahan data dengan menggunakan program IBM SPSS Statistics 24 memperlihatkan adanya hubungan yang signifikan positif antara kelekatan kepada orang tua dengan religiositas remaja dan adanya hubungan yang signifikan positif antara dukungan iman orang tua dengan religiositas remaja. Dengan demikian, hasil analisis data menunjukkan bahwa kedua hipotesis dalam penelitian ini diterima. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kelekatan kepada orang tua dan dukungan iman orang tua dengan religiositas remaja di GKA Gloria Surabaya. Semakin tinggi kelekatan kepada orang tua, maka semakin tinggi religiositas remaja dan semakin tinggi dukungan iman orang tua, maka semakin tinggi religiositas remaja.en_US
dc.publisherSekolah Tinggi Teologi SAATen_US
dc.subjectkelekatanen_US
dc.subjectdukungan imanen_US
dc.subjectreligiositasen_US
dc.subjectremajaen_US
dc.subjectorang tuaen_US
dc.titleHubungan Antara Kelekatan kepada Orang Tua dan Dukungan Iman Orang Tua dengan Religiositas Remaja di GKA Gloria Surabaya.en_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record