Show simple item record

dc.contributor.authorSitanggang, Murni H.
dc.date.accessioned2018-05-14T07:14:20Z
dc.date.available2018-05-14T07:14:20Z
dc.date.issued2008-10
dc.identifier.issn1441-7649
dc.identifier.urihttp://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/175
dc.description.abstract“Kemungkinan orang percaya dirasuk Setan” merupakan topik yang sering diperdebatkan dalam ruang lingkup peperangan rohani. Sebagian teolog yakin bahwa orang percaya tidak dapat dirasuk oleh Setan sebab ia sudah sepenuhnya menjadi milik Kristus. Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal yang lain, ada “orang Kristen” yang dapat dirasuk oleh roh jahat. Penulis sendiri pernah mendengar dan menjumpai kasus semacam ini. Bahkan, apa yang terjadi di lapangan ini telah membuat beberapa teolog injili beralih haluan, mempercayai bahwa orang Kristen dapat dirasuk Setan. Alkitab, baik PL maupun PB, mencatat bahwa Raja Saul pernah diusik oleh roh jahat, padahal ia adalah raja yang diurapi Allah. Dicatat pula bagaimana Yesus menghardik, “Enyahlah, Iblis!” kepada Petrus, salah seorang murid yang dekat pada-Nya (Mat. 16:23). Yohanes 13:27 juga menceritakan bagaimana Iblis telah merasuki Yudas Iskariot, salah seorang dari dua belas murid yang dipilih sendiri oleh Yesus. Tidak hanya itu, dalam Kisah Para Rasul 5, Petrus mengatakan bahwa hati Ananias dan Safira telah dikuasai Iblis padahal jelas diketahui bahwa Ananias dan Safira adalah anggota-anggota komunitas gereja mula-mula. Pertanyaannya, bagaimana menjelaskan apa yang telah terjadi pada orang-orang ini, jika tetap menolak pernyataan bahwa “ada kemungkinan orang Kristen dapat dirasuk Setan”? Bukankah contoh-contoh di atas terjadi pada “orang-orang percaya”? Perlu digrasibawahi bahwa mereka bukan orang-orang biasa melainkan tokoh-tokoh yang tercatat namanya dalam Alkitab. Karena itu, melalui artikel ini, penulis akan berusaha meneliti topik ini secara lebih dalam untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti apakah orang Kristen memang dapat dirasuk Setan, apakah hal ini terjadi dalam kasus-kasus tertentu saja, atau apakah hal ini dapat terjadi dalam beberapa tingkatan tertentu, seperti yang telah diajukan oleh beberapa teolog, di antaranya Ed Murphy, Merrill Unger dan Fred Dickason? Menurut penulis, topik ini penting untuk dibahas agar pembaca dapat mengetahui ajaran yang sesuai dengan firman Tuhan. Alasannya sederhana, ajaran yang menyimpang dari kebenaran akan menghasilkan kebingungan yang dapat menjurus kepada kesesatan dan hal ini sangat berbahaya. Apalagi, belakangan ini begitu populer ajaran dan praktik pelepasan yang dianggap sebagai cara cepat untuk mengatasi pelanggaran dan dosa manusia, dan untuk memenangi peperangan rohani melawan kuasa jahat. Hal-hal demikian merupakan implikasi dari pengajaran yang meyakini bahwa “orang percaya dapat dirasuk Setan.” Orang Kristen tidak dapat menyangkal kenyataan bahwa “Iblis masih dapat menggoda dan mempengaruhi orang Kristen,” karena Alkitab memang mengajarkan demikian (Ef. 4:27; 1Pet. 5:8). Namun, apakah pengaruh Setan tersebut dapat menguasai orang percaya sepenuhnya? Ini perlu dipelajari dengan seksama dalam terang firman Tuhan. Dengan demikian, pada akhirnya, dapat dipahami apakah Alkitab setuju dengan pandangan “orang Kristen dapat dirasuk oleh Setan.”en_US
dc.publisherSeminari Alkitab Asia Tenggaraen_US
dc.subjectDemonology.en_US
dc.subjectDemoniac possessionen_US
dc.subjectOccultism -- Religious aspects -- Christianity.en_US
dc.titleAnalisis Kritis terhadap Konsep Kemungkinan Orang Percaya Dirasuk Setanen_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record