Show simple item record

dc.contributor.advisorHauw, Andreas
dc.contributor.authorChristanto, Samuel Theodorus
dc.date.accessioned2022-06-29T02:43:47Z
dc.date.available2022-06-29T02:43:47Z
dc.date.issued2020-04
dc.identifier.urihttp://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1491
dc.description.abstractSemua manusia ingin mencapai kesuksesan. Ketika seseorang ingin mencapai kesuksesan pasti menghadapi kesulitan, hambatan, atau penderitaan. Paul G. Stoltz mengatakan bahwa salah satu faktor penentu kesuksesan adalah Adversity Quotient (AQ). Paulus adalah seorang yang berhasil mencapai kesuksesan, meskipun menghadapi banyak kesulitan, hambatan atau penderitaan. Penelitian ini akan meninjau respons Paulus ketika menghadapi kesulitan. Penelitian ini ingin menjawab pertanyaan, apa faktor lain selain AQ yang bisa membuat Paulus bertahan atau berjuang dari serangan musuh? Pertanyaan ini akan dijawab dengan menggunakan metode studi pustaka dari dua variabel perspektif Paulus untuk mengevaluasi faktor penentu kesuksesan, yaitu teks 2 Korintus4:7-12 dan Kisah Para Rasul 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AQ saja belum cukup untuk menghadapi serangan musuh, tetapi AQ yang didasarkan pada core belief, yaitu firman Allah dan pengalaman bersama Tuhan adalah aspek penting untuk mencapai kesuksesan.en_US
dc.publisherSekolah Tinggi Teologi SAAT Malangen_US
dc.subjectAdversity Quotienten_US
dc.subjectCore beliefen_US
dc.titlePerjuangan Terhadap Serangan Musuh: Sebuah Evaluasi terhadap Adversity Quotient Berdasarkan 2 Korintus4 dan Kisah Para Rasul 27.en_US
dc.typeThesisen_US
dc.identifier.nidn2322096701
dc.identifier.kodeprodi77101
dc.identifier.nim20191090217


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record