Show simple item record

dc.rights.licenseAttribution-NonCommercial-NoDerivs 4.0
dc.contributor.authorYahya, Pancha W.
dc.date.accessioned2018-05-11T06:02:04Z
dc.date.available2018-05-11T06:02:04Z
dc.date.copyright2007
dc.date.issued2007-04
dc.identifier.issn14417649
dc.identifier.urihttp://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/145
dc.description.abstractBerbagai krisis dan bencana yang silih berganti melanda negeri Indonesia direspons dengan beragam cara; salah satunya yang dilakukan oleh seorang astrolog Jawa yang bernama K. R. H. Darmodipuro. Pada tanggal 16 Juni 2005, Darmodipuro menggelar upacara ruwatan untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Museum Radyapustaka, Solo. Ruwatan, merupakan tradisi yang telah berkembang di dalam masyarakat Jawa selama berabad-abad. Ruwatan dipraktikkan oleh berbagai lapisan masyarakat: baik orang kaya maupun miskin, kalangan kurang terpelajar atau terpelajar. Pada awalnya ruwatan, menurut tradisi Hindu, dikaitkan dengan penyucian atau pembebasan para dewa yang terkutuk karena mereka melakukan kesalahan. Mereka dikutuk menjadi makhluk lain (manusia atau binatang). Agar kembali menjadi dewa mereka harus diruwat. Namun, dalam perkembangannya ruwatan menjadi “sebuah upacara untuk membebaskan orang dari nasib buruk yang akan menimpa.” Orang-orang ini dianggap perlu dibebaskan dari terkaman Batara Kala karena mereka “ternoda.” Mengingat mengakarnya tradisi ruwatan di dalam masyarakat Jawa dan pengaruhnya yang luas, artikel ini bermaksud membahasnya secara khusus. Pembahasan mengenai tradisi ruwatan dibagi ke dalam tiga bagian. Bagian pertama berisi penjelasan khusus mengenai hal ikhwal ritual ruwatan antara lain: mitos Batara Kala, orang-orang yang harus diruwat, dan tata cara ruwatan. Kedua, akan dieksplorasi pandangan dunia seperti apa yang melatarbelakangi ritual ruwatan. Ketiga, penulis akan menanggapi tradisi ruwatan, tentunya dari terang firman Tuhan.en_US
dc.publisherSeminari Alkitab Asia Tenggaraen_US
dc.rights.urihttps://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0/
dc.subjectJava (Indonesia) -- Religious life and customs.en_US
dc.subjectJavanese (Indonesian people) -- Religious life and customs.en_US
dc.subjectJavanese (Indonesian people) -- Rites and ceremonies.en_US
dc.subjectJavanese (Indonesian people) -- Social life and customs.en_US
dc.titleRuwatan dan Pandangan Dunia yang Melatarbelakanginyaen_US
dc.typeArticleen_US
dc.rights.holder2007 by Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan. All rights reserved.


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Attribution-NonCommercial-NoDerivs 4.0
Except where otherwise noted, this item's license is described as Attribution-NonCommercial-NoDerivs 4.0