Show simple item record

dc.contributor.advisorSoegianto, Hari
dc.contributor.authorKesuma, Dyah Pamitra
dc.date.accessioned2021-04-05T06:06:52Z
dc.date.available2021-04-05T06:06:52Z
dc.date.issued2011
dc.identifier.urihttp://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1312
dc.description.abstractPendidikan merupakan proses penting dalam hidup manusia. Pendidikan Kristen merupakan salah satu upaya memperlengkapi diri untuk mengemban mandat Ilahi dalam mengelola bumi. Pendidikan Kristen juga bertujuan untuk memperkenalkan Kristus kepada peserta didik. Pada kenyataannya, beberapa guru kristen sebagai pelaksana pendidikan tidak menjalankan peran sebagaimana seharusnya. Guru Kristen memandang jabatan sebagai guru sebagai jabatan profesional semata, sehingga kurang memperhatikan peran-peran yang harus dilakukan sebagai seorang yang dipanggil Allah menjadi seorang pendidik. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, berdampak pada seluruh aspek kehidupan manusia, mulai dari perubahan budaya hingga tata nilai. Dampak perkembangan teknologi menyebabkan beberapa akibat dalam diri anak-anak, termasuk anak didik di sekolah antara lain: Pertama, anak tidak dapat mengenali kebutuhannya. Teknologi seakan dapat berperan dalam memenuhi semua kebutuhan dan menjawab banyak pertanyaan. Hal ini menyebabkan anak tidak menyadari kebutuhan mereka yang sesungguhnya akan afeksi dan kasih sayang karena mereka menutupi kebutuhan ini dengan membangun dunia sendiri dalam virtual reality, Kedua, anak mengalami kemerosotan moral dan etika. Perkembangan teknologi membuat anak dengan mudah mengakses berbagai macam informasi. Kekerasan dan penganiayaan merupakan tayangan yang dekat dengan kehidupan anak sehari-hari sehingga anak mulai terbiasa merekam berbagai tindak kekerasan sebagai sesuatu yang wajar. Ketiga, anak kehilangan figur teladan. Dalam masa perkembangan, anak merekam figur teladan. Ketiadaan figur teladan yang disebabkan oleh pengabaian peran atau figur yang tidak berlaku sebagai teladan menyebabkan anak mencari figur teladan dari dunia virtual melalui tokoh-tokoh dengan beragam karakter dan nilai yang dapat memberikan pengaruh negatif pada anak. Yesus dalam inkamasi-Nya dikenal sebagai seorang rabi atau guru. Oleh karena itu peran Yesus sebagai Guru Agung merupakan teladan bagi guru Kristen masa kini dalam menjalankan perannya. Yesus menunjukkan pemahaman akan keadaan dan kebutuhan murid-Nya, memberikan pengampunan, dan menjadi teladan bagi para murid. Keiga hal ini juga merupakan peran yang perlu dikerjakan oleh guru Kristen masa kini dalam menjawab tantangan pendidikan dengan murid-murid yang hidup dalam kemudahan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi.en_US
dc.publisherSeminari Alkitab Asia Tenggaraen_US
dc.subjectPendidikan Kristenen_US
dc.subjectPeran Guruen_US
dc.subjectPenerimaanen_US
dc.subjectPengampunanen_US
dc.subjectTeladanen_US
dc.titleEksposisi Peran Yesus Sebagai Guru Dalam Yohanes 21:1-23 dan Implikasinya Bagi Peran Guru Kristen Masa Kinien_US
dc.typeThesisen_US
dc.identifier.nidn2324126701
dc.identifier.kodeprodi77103


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record