Show simple item record

dc.contributor.advisorTanudjaja, Rahmiati
dc.contributor.authorSusanto, Irene
dc.date.accessioned2021-04-05T02:41:57Z
dc.date.available2021-04-05T02:41:57Z
dc.date.issued2009
dc.identifier.urihttp://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1294
dc.description.abstractPenderitaan adalah suatu pergumulan yang umum dan nyata bagi semua orang baik orang percaya maupun orang tidak percaya. Penderitaan menimbulkan pertanyaan- pertanyaan yang ditujukan kepada Allah dan manusia. Banyak tokoh Kristen dan non- Kristen yang mempertanyakan dan mempresaposisikan tentang penderitaan. Pertanyaan- pertanyaan yang biasanya muncul adalah mengapa Allah mengizinkan adanya penderitaan?; apakah Allah kontradiksi terhadap dirinya sendiri?; mengapa penderitaan itu dapat terjadi pada dirinya?; dan apa yang Allah kehendaki manusia lakukan dalam penderitaan? Dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul dapat dikategorikan menjadi dua sudut pandang yaitu manusia melihat Allah dan manusia melihat dirinya sendiri. Namun, tidak menutup kemungkinan ada pertanyaan yang ambiguitas atau membingungkan yang sulit untuk dipresaposisikan. Karena itu, diperlukan suatu apologetika dan dalam hal ini penulis menggunakan apologetika Kristen dengan presaposisionalis. Apologetika Kristen adalah tugas dari teologi yang member! pembelaan atau pertanggungan jawab dan penantangan yang mempertanyakan kejadian-kejadian dalam dunia ini. Apologetika Kristen ditujukan bagi setiap orang Kristen. Tugas apologetika adalah tugas dari teologia yang hadir dalam setiap budaya berdasarkan mandat dalam 1 Petrus 3:15-16. Presaposisionalis adalah suatu istilah yang digunakan oleh Cornelius Van Til untuk mengindikasikan peran yang seharusnya dimainkan oleh wahyu ilahi dalam pemikiran manusia. Wahyu ilahi terdapat dalam Alkitab sebagai firman Tuhan sebagai fondasi setiap orang percaya dalam berapologetika yang dinyatakan dalam 2 Timotius 3:16-17 dan Roma 1:16-17. Melalui dasar ini, penulis akan memaparkan dan meninjau secara kritis tentang presaposisi yang berkaitan dengan problem penderitaan Presaposisi penderitaan dapat didasarkan pada tiga sudut pandang: pertama manusia melihat penderitaan dari sudut pandang Allah, dapat bersifat positif dan negatif. Sisi positif, di mana bagi setiap orang yang menderita akan ada pengharapan karena Allah yang akan mengakhiri penderitaan dan ada nilai eskatologis. Namun dari sisi negatif, mereka yang menderita melihat Allah sebagai penyebab penderitaan. Kedua, manusia melihat penderitaan dari sudut pandang diri sendiri, dengan menyadari bahwa adanya penderitaan dikarenakan adanya realita dosa asal dari Adam dan Hawa (Kej. 3). Manusia menderita karena telah berdosa dan penderitaan sebagai akibat dari dosa. Ketiga, adanya penderitaan yang sangat berat menimbulkan pertanyaan dan kebingungan dalam mempresaposisikan. Presaposisi penderitaan yang mungkin telah menimbulkan ambiguitas atau inkonsistensi ini, sesungguhnya jika didasarkan di dalam keseluruhan ajaran firman Tuhan maka tidak akan menimbulkan ambiguitas atau inkonsistensi.en_US
dc.publisherSeminari Alkitab Asia Tenggaraen_US
dc.subjectpenderitaanen_US
dc.subjectapologetika Kristenen_US
dc.subjectpresaposisionalis Alkitaben_US
dc.subjectAllahen_US
dc.subjectmanusiaen_US
dc.subjectCornelius Van Tilen_US
dc.subjectJohn Frameen_US
dc.titlePandangan Apologetika Presaposisional Kristen Terhadap Problem Penderitaan Orang Kristenen_US
dc.typeThesisen_US
dc.identifier.nidn2322015701
dc.identifier.kodeprodi77103


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record