Show simple item record

dc.contributor.advisorHauw, Andreas
dc.contributor.authorTriyanti, Magdalena Hananing
dc.date.accessioned2021-03-30T04:16:46Z
dc.date.available2021-03-30T04:16:46Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1262
dc.description.abstractUmat Kristen memiliki dua kewarganegaraan yaitu, warga negara surga dan warga negara dunia. Dualcitizenship ini menempatkan umat Kristen pada posisi yang dilematis, sekaligus mengakibatkan munculnya krisis identitas. Situasi dan kondisi yang dilematis ini disebabkan umat Kristen harus berhadapan dengan dua otoritas yang sama-sama menuntut adanya sikap takluk dari umat Kristen. Tuntutan yang demikian ini menyebabkan umat Kristen sering kali mengalami hubungan yang disharmony dengan pihak pemerintah. Melalui Roma 13:1-7, Paulus mengemukakan sebuah model sikap politik untuk mengatasi hubungan yang disharmony tersebut. Model sikap politik tersebut merupakan suatu model yang didalamnya terdapat konsep identitas, dan tiga aspek penting yang harus ada dalam diri umat Kristen. Pertama, mengenai konsep identitas. Pada bagian ini Paulus menjelaskan betapa pentingnya umat Kristen memiliki konsep identitas yang berdasarkan pada karya pembenaran Allah; konsep identitas sebagai anak Allah. Kedua, mengenai tiga aspek penting dalam sikap politik umat Kristen. Aspek-aspek tersebut adalah (1) Aspek afektif berupa rasa simpati terhadap pemerintah yang berlandaskan kasih (2) Aspek kognitif berupa pengakuan terhadap otoritas pemerintah, yang didasarkan pada kedaulatan dan legitimasi Allah atas pemerintah, (3) Aspek konatif berupa tindakan melakukan kewajiban-kewajiban yang tidak bertentangan dengan iman Kristen. Model sikap politik yang dikemukakan oleh Paulus ini merupakan suatu model yang relevan bagi umat Kristen di Indonesia, sebab model tersebut dapat menjawab pergumulan-pergumulan yang harus dihadapi ketika mereka berhubungan dengan pemerintah. Model sikap politik Paulus tersebut bermanfaat dalam mengevaluasi sikap politik umat Kristen di Indonesia, dan membawa implikasi yang positif bagi hubungan umat Kristen dengan pihak pemerintah pada era reformasi ini.en_US
dc.publisherSeminari Alkitab Asia Tenggaraen_US
dc.subjectDualcitizenshipen_US
dc.subjectKonsep identitasen_US
dc.subjectModel sikap politiken_US
dc.subjectRelevanen_US
dc.titleSikap Politik Umat Kristen : Studi Eksegesis Terhadap Roma 13:1-7 dan Relevansinya Terhadap Sikap Politik Umat Kristen di Indonesia pada Era Reformasien_US
dc.typeThesisen_US
dc.identifier.nidn2322096701
dc.identifier.kodeprodi77103


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record